GROBOGAN — Kabupaten Grobogan menorehkan capaian bersejarah pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025. Dengan meraih Skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 82,05, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan dalam penyelenggaraan Hakorda di Pendapa Grobogan.
Adanya lonjakan ini tidak hanya menjadi prestasi administratif, tetapi juga sinyal kuat bahwa reformasi birokrasi dan budaya integritas di Grobogan mulai bergerak semakin matang dan mendapat kepercayaan publik.
Tiga komponen utama pembentuk SPI menunjukkan performa impresif. Penilaian eksternal mencatat skor 91,20, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang kian tinggi terhadap transparansi dan kualitas layanan publik.
Komponen internal meraih nilai 80,38, menjadi indikator bahwa budaya integritas di internal birokrasi semakin menguat.
Sementara penilaian ahli berada pada angka 75,98—menandakan kebijakan dan arah pengawasan di Grobogan dinilai semakin terukur oleh para evaluator tata kelola.
"Capaian ini merupakan hasil perjalanan panjang. Setelah sempat berada di posisi bawah pada 2021–2022, Grobogan melakukan perbaikan serius melalui digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan, penataan proses bisnis, hingga pelibatan publik dalam pengawasan," ungkap Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo.
Konsistensi itu mulai terlihat pada 2023–2024 dan mencapai puncaknya pada 2025 dengan predikat peringkat 1 SPI di Jawa Tengah.
Perbaikan SPI juga sejalan dengan tren positif Monitoring Center for Prevention (MCP).
Grobogan tercatat beberapa kali masuk 10 besar nasional dan pada 2024 bahkan meraih skor tertinggi 97,63.
Kenaikan ini banyak ditopang oleh peningkatan di area krusial seperti perencanaan anggaran, transparansi pengadaan barang/jasa, dan penertiban aset daerah.
Momentum HAKORDIA 2025 kian lengkap dengan apresiasi kepada desa-desa berintegritas. Desa Tambirejo meraih nilai tertinggi sebagai Desa Antikorupsi 2025 dan menjadi contoh sukses penerapan integritas berbasis komunitas.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 91 desa di Grobogan mendapat pembinaan desa antikorupsi—salah satu jumlah tertinggi dan paling progresif di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng Prasetyo menambahkan, Grobogan menjadi salah satu daerah yang paling menonjol, baik dari capaian SPI, penguatan desa antikorupsi, hingga pengembangan integritas di lingkungan pendidikan.
Pemerintah daerah memastikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur—pemerintah, masyarakat, sekolah, dan lembaga pengawasan.
"Dengan SPI tertinggi di Jawa Tengah, MCP yang stabil pada level atas, serta gerakan desa antikorupsi yang massif, Grobogan menegaskan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang terus dirawat," imbuhnya.
Pemerintah berharap capaian ini menjadi pijakan kokoh menuju tata kelola yang semakin bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat. (int)
Editor : Mahendra Aditya