Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waduh! Jalur Hilir Gubug-Tegowanu Terendam, KAI Daop 4 Alihkan Perjalanana KA ke Jalur Hulu

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 7 Desember 2025 | 15:11 WIB
KAI DAOP 4 SEMARANG UNTUK RADAR KUDUS
KAI DAOP 4 SEMARANG UNTUK RADAR KUDUS

GROBOGAN– Hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan pada Sabtu (6/12) mengakibatkan jalur hilir petak jalan Gubug–Tegowanu tergenang air hingga mencapai kepala rel.

Kondisi tersebut terjadi di jembatan atau Bangunan Hikmat (BH) 59 km 27+9/0 dan langsung mendapat respons cepat dari KAI Daop 4 Semarang.

Peristiwa terlapor pada pukul 18.55 WIB oleh Petugas Prasarana.

Menyikapi kondisi itu, KAI Daop 4 segera menerapkan pembatasan kecepatan (taspat) 60 km/jam pada jalur hilir serta berkoordinasi dengan PPKA Stasiun Gubug, Tegowanu, dan jajaran prasarana lainnya.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa hasil pengamatan pukul 20.02 WIB menunjukkan ketinggian air telah mencapai +12 cm di atas kepala rel, sehingga jalur hilir harus ditutup dengan pemberlakuan semboyan 3.

Adapun jalur hulu berada pada posisi -22 cm, sehingga masih dapat dilalui dengan kecepatan normal.

“Sebagai langkah pengamanan, operasional KA pada lintas Gubug–Tegowanu kami alihkan menggunakan jalur hulu atau pola operasi jalur kiri. Pengalihan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan,” ujar Franoto.

Akibat kondisi tersebut, satu kereta api terdampak, yaitu KA 91 Jayabaya yang mengalami keterlambatan 11 menit.

Sementara kereta lain yang melintas di sekitar lokasi terus dipantau secara ketat untuk memastikan perjalanan tetap aman.

Sebelumnya, pada pukul 16.58 WIB, luapan air juga terjadi di BH 46 km 21+9/0 pada petak Tegowanu–Brumbung.

Air sempat mencapai kepala rel dan menyebabkan diberlakukannya semboyan 3 serta taspat pada kedua jalur.

Setelah penanganan berjenjang dan monitoring intensif, kondisi berangsur membaik dan taspat dapat dicabut pada pukul 18.49 WIB.

“Saat ini KAI Daop 4 terus memantau tinggi muka air di lokasi terdampak dan siap melakukan tindakan lanjutan bila diperlukan. Keselamatan perjalanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas Franoto.

KAI Daop 4 juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang KA Jayabaya dan perjalanan lain yang terdampak atas gangguan tersebut.

“Kami terus berupaya menjaga keselamatan perjalanan KA melalui pemantauan dan penanganan intensif,” tutupnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #jalur ka #kai