Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SELAMAT! Enam Sekolah di Grobogan Raih Adiwiyata Nasional 2025, Berikut Daftarnya

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:54 WIB
PENGOLAHAN LIMBAH: Sejumlah siswa SMPN 3 Purwodadi saat mengolah sampah organik di lingkungan sekolah.
PENGOLAHAN LIMBAH: Sejumlah siswa SMPN 3 Purwodadi saat mengolah sampah organik di lingkungan sekolah.

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan kembali mencatat capaian pada ajang penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional.

Tahun 2025 ini, enam sekolah dinyatakan lolos sebagai penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional, dari total 173 penerima nasional di seluruh Indonesia.

Penilaian program Adiwiyata tahun ini dilaksanakan sejak Juni melalui sistem aplikasi.

Sekolah peserta diwajibkan mengunggah bukti dukung sesuai 29 indikator yang telah ditetapkan, kemudian dilakukan verifikasi untuk menentukan hasil akhir baik kategori nasional maupun mandiri.

Di Grobogan, pemerintah daerah mengusulkan satu sekolah sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri, yakni SMPN 1 Penawangan.

Namun sekolah tersebut belum berhasil meraih penghargaan tahun ini.

Sementara itu, delapan sekolah diajukan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Mereka adalah SMPN 1 Gubug, SMPN 2 Pulokulon, SMPN 2 Toroh, SMPN 3 Purwodadi, MTsN 2 Grobogan, SMAN 1 Wirosari, SMAN 1 Pulokulon, dan SMAN 1 Kradenan. 

Dari jumlah tersebut, enam sekolah berhasil lolos sebagai penerima Adiwiyata Nasional 2025, yaitu SMPN 3 Purwodadi, SMPN 2 Pulokulon, SMPN 2 Toroh, MTsN 2 Grobogan, SMAN 1 Kradenan, dan SMAN 1 Pulokulon.

Kepala DLH Grobogan Mokamat melalui Pengawas Adiwiyata, Sigit Harnoto, menyampaikan apresiasinya kepada sekolah-sekolah yang berhasil meraih penghargaan tahun ini.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah di Grobogan dalam menerapkan budaya peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.

"Enam sekolah yang lolos nasional selanjutnya akan mengikuti agenda penyerahan penghargaan di Gedung Sasana Utama, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, pada 10 Desember 2025 sesuai undangan resmi yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," jelasnya.

PENGHIJAUAN: Siswa SMAN 1 Kradenan saat merawat tanaman di sekolah.
PENGHIJAUAN: Siswa SMAN 1 Kradenan saat merawat tanaman di sekolah.

Sedangkan Pembina Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) Grobogan, Slamet Sugiyono, menegaskan pentingnya seluruh sekolah di Grobogan mulai menggiatkan kembali program peduli lingkungan. 

Menurutnya, keberhasilan Adiwiyata hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur di sekolah terlibat aktif.

“Sehingga sekolah tercipta lingkungan yang asri, aman, sehat, rapi, dan indah. Itu yang didambakan seluruh siswa, nantinya semua siswa menjadi nyaman dan tenteram,” ujarnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#adiwiyata #grobogan