GROBOGAN— Harapan warga Desa Panunggalan dan Tuko di Kecamatan Pulokulon untuk kembali menikmati akses utama mereka segera terjawab.
Setelah hampir empat bulan ditutup total untuk proses rehabilitasi, Jembatan Kedungwungu ditargetkan sudah bisa dilalui mulai 24 Desember 2025.
Sehingga mobilitas warga kembali normal sebelum pergantian tahun.
Pengawas lapangan proyek, Joko Edy Susilo, memaparkan bahwa jembatan sepanjang 58 meter yang berada di jalur penghubung Desa Panunggalan dan Desa Tuko itu direhabilitasi sejak 17 Juli 2025.
Pekerjaan ditetapkan berlangsung selama 160 hari kalender hingga 24 Desember mendatang.
“Perbaikannya menyeluruh. Selama ini seluruh kendaraan roda empat dan kendaraan berat dialihkan melalui jalur alternatif via Kecamatan Wirosari. Untuk membantu kelancaran warga, kami juga membuat jembatan darurat di sisi jembatan utama, tapi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” jelasnya.
Menurut Joko, proyek rehabilitasi jembatan ini menelan anggaran Rp 3,2 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki abutmen timur dan barat, memperkuat pilar barat, serta melakukan penguatan pada pilar lain yang mengalami penurunan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter.
Struktur lama yang mengalami penurunan ini sebelumnya menjadi kekhawatiran karena dapat mengganggu keamanan jembatan dalam jangka panjang.
Kini, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai 78 persen, melampaui target sementara sebesar 75 persen.
“Sekarang tinggal menunggu pemasangan plat lantai dan beberapa penyelesaian akhir. Kalau cuaca mendukung, akhir Desember sudah bisa dibuka lagi seperti sediakala,” ujarnya.
Penuntasan rehabilitasi ini diharapkan mampu mengembalikan kelancaran arus kendaraan, terutama yang menghubungkan Pulokulon dengan wilayah Kradenan dan kecamatan sekitar.
Warga yang selama berbulan-bulan harus memutar jalur jauh diharapkan bisa kembali merasakan akses transportasi yang aman dan efisien menjelang libur akhir tahun. (int)
Editor : Ali Mustofa