Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanah Bergerak Ancam Sedayu Grobogan: Jalan Ambles 150 Meter, Sawah Retak, Tebing Sungai Longsor

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 26 November 2025 | 13:02 WIB
TANAH GERAK: Lokasi tanah gerak di Desa Sedayu Kecamatan Grobogan.
TANAH GERAK: Lokasi tanah gerak di Desa Sedayu Kecamatan Grobogan.

GROBOGAN — Pergerakan tanah kembali melanda Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, setelah hujan intens mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir.

Warga pertama kali menyadari adanya retakan pada awal pekan ini, sebelum kemudian kondisi diperiksa langsung oleh tim BPBD Grobogan.

Kalak BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, mengatakan hasil assessment lapangan menunjukkan kerusakan signifikan pada beberapa titik vital.

"Membuat ruas Jalan Jatipohon–Lebak mengalami retakan dan ambles sepanjang sekitar 150 meter, sehingga berpotensi memutus akses utama jika pergerakan tanah berlanjut," ujar Wahju.

Selain jalan, saluran sekunder DI Pucengan sepanjang ±150 meter juga retak dan bergeser, menyebabkan aliran irigasi tidak optimal.

Dampaknya langsung terasa pada sektor pertanian.

“Lahan sawah hampir 1,5 hektare ikut terdampak. Banyak titik menunjukkan retakan dan tanda-tanda pergeseran tanah,” ujar Wahyu.

Kerusakan juga muncul di tebing Kali Sente, yang longsor sepanjang 100 meter dan menumpahkan material ke badan sungai.

Jika hujan deras kembali turun, material longsoran dikhawatirkan mempersempit aliran air.

Dari pemeriksaan geologi, tim menemukan retakan memanjang di permukiman dan area pertanian, dengan struktur tanah didominasi lempung jenuh air. Kondisi yang sangat rentan bergerak.

"Debit air permukaan dan rembesan juga meningkat setelah hujan intens, sementara kontur lereng dan badan jalan berada di zona labil," jelasnya.

Wahju Tri Darmawanto menegaskan bahwa potensi pergerakan susulan masih cukup tinggi, terutama jika cuaca ekstrem berlanjut.

“Kami minta warga berhati-hati dan menghindari aktivitas berat di area retakan. Situasi masih dinamis dan terus kami pantau,” tuturnya.

Untuk pencegahan dan penanganan awal, BPBD bersama perangkat daerah terkait sudah bergerak cepat. BPBD memasang rambu peringatan serta membatasi aktivitas berat.

Sementara itu, DPUPR melakukan penanganan darurat agar akses jalan tetap aman dilalui. Sedangkan Dispertan mendata lahan terdampak, dan DLH mengkaji stabilitas lereng serta pola aliran air. Serta, Pemerintah Desa Sedayu diminta melakukan pemantauan harian dan melapor segera jika terdapat pergerakan baru.

Untuk jangka menengah hingga panjang, pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan permanen jalan dan penanganan lereng oleh DPUPR, rehabilitasi saluran irigasi DI Pucengan, kajian geologi lanjutan untuk memetakan zona rawan, hingga penguatan vegetasi dan penataan drainase guna mengurangi kejenuhan tanah.

“Kami prioritaskan keselamatan warga, dan koordinasi lintas dinas akan terus berjalan sampai kondisi benar-benar stabil,” tegas Wahju. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #tanah gerak #sedayu