Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Erna Sulistianingrum Dari Grobogan, Guru GTT hingga Kepala Sekolah yang Melaju ke Seleksi GTK Nasional

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB
SELAMAT: Guru Grobogan yang lolos GTK tingkat nasional 2025.
SELAMAT: Guru Grobogan yang lolos GTK tingkat nasional 2025.

PERJALANAN panjang Erna Sulistianingrum di dunia pendidikan membuktikan bahwa dedikasi dan ketulusan bekerja selalu menemukan jalannya.

Perempuan kelahiran Temanggung, 31 Maret 1979 itu kini menjadi salah satu figur inspiratif di Kabupaten Grobogan setelah berhasil lolos sebagai perwakilan Jawa Tengah dalam Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi tingkat nasional 2025.

Kariernya dimulai pada 2002. Saat itu, Erna baru menyelesaikan skripsi ketika dosen pembimbingnya—yang juga Pembantu Rektor—meminta bantuan untuk mengisi kekosongan guru di SMPN 3 Semarang.

Ia langsung menerima tawaran itu dan mengajar sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) selama setahun.

“Awalnya karena permintaan orang lain, tetapi setelah satu bulan mengajar, saya merasa berarti. Saya bahagia bisa bermanfaat dan melihat perubahan pada anak-anak,” kenangnya.

Sejak itu, langkah Erna tak pernah berhenti. Tahun 2003 ia lolos seleksi Guru Bantu dan ditempatkan di SMPN 2 Bulu, Temanggung.

Setahun kemudian, ia kembali mengikuti seleksi dan berhasil diterima di Kabupaten Grobogan, tepatnya di SMPN 1 Tawangharjo.

Dua puluh tahun pengabdian di dunia pendidikan akhirnya mengantar Erna ke tanggung jawab baru yakni pada 2023 ia dipercaya menjadi Kepala Sekolah di SMPN 4 Satu Atap Pulokulon, sekolah kecil di wilayah pinggiran yang kemudian menjadi ladang inovasinya.

Erna mengaku tidak pernah membayangkan namanya akan muncul dalam deretan peserta terbaik pada seleksi GTK tingkat provinsi.

“Saya terkejut melihat pengumumannya. Bersyukur dan bahagia karena perjuangan tiga tahun di sekolah akhirnya diapresiasi,” ujarnya.

Dari sekolah kecil itu, Erna justru menghidupkan berbagai inovasi.

Salah satunya jalinan kemitraan dengan banyak pihak untuk menggerakkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), sebuah gerakan karakter dan kebiasaan positif yang ia kembangkan bersama guru-guru.

Tahapan seleksi GTK sendiri tidak sederhana. Mulai administrasi, penilaian portofolio dan video aksi nyata, hingga presentasi serta wawancara luring di Hotel Paragon Solo pada 31 Oktober 2025.

Di tahap terakhir itu, Erna terpilih sebagai peserta terbaik 1 Jawa Tengah dan berhak melaju ke tingkat nasional.

Dia pun menceritakan berbagai tantangan juga dilalui seperti saat presentasi dan wawancara. Namun ada juga momen berkesan yang ia ingat yakni profesionalisme sekaligus keramahan para juri. Atmosfer itulah yang membuatnya merasa dihargai, bukan semata-mata dinilai.

Bagi Erna, capaian ini merupakan anugerah sekaligus pengingat. “Saat kita bekerja ikhlas, diniatkan ibadah, Allah akan memberi kemudahan,” tuturnya.

Ia percaya bahwa kondisi sekolah tidak pernah menjadi penghalang untuk melangkah. Asal konsisten, sungguh-sungguh, dan istikomah, sekecil apa pun tindakan pasti membawa perubahan.

Dukungan dari keluarga, rekan guru, dan Dinas Pendidikan Grobogan menjadi bahan bakar dalam perjalanannya.

Selama mengikuti seleksi tersebut, persiapan yang ia lakukan terbilang matang, mulai penyusunan portofolio, penguatan materi, hingga pembuatan video aksi nyata yang menampilkan perubahan di sekolahnya.

"Kompetensi profesional sebagai kepala sekolah menjadi modal penting yang mengantarnya lolos hingga tingkat nasional," jelasnya.

Namun bagi Erna, kompetensi bukan sekadar soal administrasi atau penilaian. Lebih dari itu, kompetensi adalah keberanian mengambil langkah untuk menghadirkan perubahan nyata bagi siswa dan lingkungan sekolah.

Meski lolos nasional tidak membuat Erna berpuas diri. Ia menyebutkan bahwa kontribusinya ke depan akan tetap berfokus pada konsistensi menjalankan program sekolah serta berbagi untuk pihak lain yang membutuhkan.

Dia pun memiliki harapan sederhana, di mana akan tetap memberi yang terbaik bagi peserta didiknya, apa pun tantangannya.

Kepada guru-guru lain yang ingin mengikuti jejaknya, ia memberikan pesan tegas namun menenangkan.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Bekerjalah dengan hati, tunjukkan dedikasi, dan berdoalah. Yakinlah Allah akan memudahkan jalan kita.”

Untuk para guru muda, ia memberi wejangan khas dunia pendidikan Jawa. “Jangan kagetan, jangan gumunan. Ikuti regulasi. Sekecil apa pun perubahan, bismillah, jalani prosesnya," pesannya.

Dari kelas kecil di Semarang hingga memimpin sekolah pinggiran yang kini berkembang, perjalanan Erna Sulistianingrum adalah bukti bahwa pendidikan tidak hanya membangun masa depan siswa, tetapi juga membentuk jiwa guru yang mengabdi.

Dengan langkah yang konsisten dan hati yang tulus, ia menunjukkan bahwa prestasi hanyalah bonus. Sementara pengabdian adalah inti yang sesungguhnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #GTK Nasional 2025