GROBOGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus memperluas program MANTAB (Masyarakat Tangguh Bencana) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan warga di daerah rawan.
Salah satu rangkaian program tersebut adalah pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
PMI Grobogan memiliki 12 desa binaan yang telah memiliki tim siaga bencana mandiri.
Desa-desa tersebut meliputi Godong, Sindurejo, Tegowanu, Gubug, Manggarmas, Purwodadi, Cingkrong, Putat, Kronggen, Sumberagung, Ngembak, dan Wates.
Baru-baru ini, PMI di Desa Godong membentuk Tim SIBAT yang bertempat di Balai Desa Godong selama tiga hari, Selasa–Kamis (18–20/11/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta perwakilan warga berbagai dusun di Desa Godong.
Mereka mendapatkan materi dasar kebencanaan, teknik pertolongan pertama, manajemen posko darurat, hingga simulasi evakuasi.
PMI juga memberikan pelatihan pemetaan risiko bencana berbasis partisipatif untuk mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar, seperti banjir, angin kencang, kebakaran permukiman, hingga penyakit menular pascabencana.
Ketua Bidang Organisasi dan Penanggulangan Bencana PMI Grobogan, Maryono, menyampaikan bahwa pelatihan SIBAT menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas lokal dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
“Ini salah satu upaya PMI untuk memperkuat ketangguhan masyarakat, khususnya di Desa Godong yang merupakan daerah rawan,” ujarnya.
Menurutnya, tim SIBAT yang terbentuk bukan hanya bertugas saat terjadi bencana, namun juga berperan sebagai motor edukasi di tingkat desa.
“SIBAT memiliki pesan penting sebagai penggerak PRB, baik akibat bencana alam, penyakit, maupun faktor lainnya,” imbuhnya.
Kepala Desa Godong, Zaenal Arifin, mengapresiasi pelatihan yang digelar PMI karena memberikan pengetahuan praktis bagi warga.
“Saya sangat senang dan bangga. Terima kasih PMI telah memberi ilmu kepada warga kami. Kami tidak akan berhenti di sini, akan saya tingkatkan terus anggota ini supaya bisa membangun masyarakat yang aman dan tangguh bencana,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta juga dilatih membuat rencana aksi desa tangguh bencana, penyusunan jalur evakuasi, hingga pembentukan struktur organisasi SIBAT lengkap dengan bidang komunikasi, pertolongan pertama, logistik, dan evakuasi. PMI berharap SIBAT Godong dapat menjadi role model bagi desa sekitar.
Melalui program MANTAB, PMI menargetkan terciptanya jejaring desa-desa yang saling mendukung dalam kesiapsiagaan, sehingga upaya penanggulangan bencana di Grobogan dapat lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Program ini sekaligus memperkuat prinsip bahwa masyarakat adalah garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat. (int)
Editor : Mahendra Aditya