GROBOGAN – Nikholas Putra Devandriano diusianya 16 tahun terus menegaskan dirinya sebagai salah satu atlet karate muda paling menjanjikan di Jawa Tengah.
Pria kelahiran Grobogan, 26 Desember 2008, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwodadi berhasil menjadi juara 02SN tingkat nasional pada 19 sampai 21 November 2025 di Novotel Mangga Dua Square Jakarta.
Dia berhasil menang enam kali-kali berturut-turut melawan lawanya sampai final . Yaitu dari Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Riau dan final berhasil kalahkan Jawa Timur.
Atas keberhasilanya menjadi juara dia mendapatkan medali emas dalam kategori kata perorangan mendapatkan medali emas dan uang pembinaan Rp 25juta.
”Alhamdulilah dari juara ini akan ikuti kejuaraan ke Eropa. Kejuaraan antar pelajar internasional tahun ini,” kata Nikholas di damping Sinpe Nur Rochman.
Nikholas memulai mengenal karate dan tumbuh sebagai petarung yang ditempa latihan sejak sangat belia—mulai umur 3 tahun.
Darah karate Nikho, begitu ia akrab disapa, ditempa dari berbagai dojo. Ia memulai dari kegiatan ekstra di TK dan SD Kristen,Latihan di dojo rumah sendiri di bawah bimbingan Sinpe Nur Rochman.
Saat SMP di SMP Negeri 1 Purwodadi, Nikho justru memilih jalur berbeda. Ia ikut latihan di Bekasi bersama Loyal Academy.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai bagian dari Dojo Warrior. Keputusan itu membuat tekniknya cepat matang, terutama karena ia tekun di kelas kata perorangan—bidang yang akhirnya mengangkat namanya.
Karier kompetitif Nikho dimulai sejak SD. Ia rutin tampil di Popda, kejuaraan nasional hingga berbagai open nasional di Yogyakarta.
Saat SMP, ia bahkan sempat tampil di Mayor Cup, Kuala Lumpur, Malaysia, bertemu lawan dari berbagai negara Asia Tenggara.
Dalam satu kesempatan, ia pernah berlaga hingga final melawan atlet Malaysia dan Thailand.
”Dalam seminggu saya bisa berlatih 6–7 kali, masing-masing 3 jam setiap sore hingga malam,” ujarnya.
Di level SMA, Nikho kembali tampil garang. Pada Popda SMA, ia menyabet emas di kelas kata perorangan. Konsistensinya terbukti: juara O2SN sejak SD, SMP, hingga SMA—selalu juara satu.
Perjalanan menuju O2SN 2025 pun makin memantapkan langkahnya. Ia lolos berjenjang mulai tingkat Kabupaten Cabdin IV bulan Juli Tahun 2025. Kemudian menuju seleksi di Hotel Lord Inn Solo pada Agustus 2025.
Berikutnya ia akan tampil di O2SN tingkat nasional 19–21 November 2025 di Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, berdasarkan surat pemanggilan resmi dari Kemendikbud.
Atas prestasi yang terus melonjak, Nikho mendapatkan uang pembinaan 25 juta rupiah dan pemanggilan Pelatnas Pelajar.
Rencananya tahun ini ia akan diberangkatkan mengikuti kejuaraan antar pelajar internasional di Eropa.
Nikho adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari orang tua pasangan Andre Fajar Irianto dan Afra Devi Elvandari, yang selama ini menjadi pendukung utama perjalanan karateknya.
Meski sudah jauh melangkah di dunia karate, Nikho menyimpan cita-cita lain: ingin menjadi tentara dan masuk Akademi Militer (Akmil).
Karate baginya bukan hanya olahraga, melainkan pembentuk disiplin, kekuatan fisik, dan ketangguhan mental yang kelak ia butuhkan untuk mengejar mimpi.
“Awalnya cuma ikut teman, terus keterusan,” begitu ia pernah bercerita.
Ia dulu sempat turun di kelas komite, namun saat pandemi COVID-19 memaksa latihan berubah, ia beralih sepenuhnya ke kata—dan justru di sana ia menemukan panggung terbaiknya. Kerapian, ketepatan, serta kekuatan gerak membuatnya sering mendapat nilai tinggi.
Dengan usia muda dan jam terbang yang melampaui kebanyakan atlet sebayanya, Nikholas Putra Devandriano kini menjadi salah satu harapan besar karate Purwodadi dan Jawa Tengah. (mun)
Editor : Mahendra Aditya