GROBOGAN – Viral adanya jalan rusak di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan yang menjadikan jalan penghubung Desa sekitar mendapatkan respon dari Bupati Grobogan Setyo Hadi.
Pembagunan jalan rusak tersebut sudah menjadi prioritas dan masuk dalam APBD tahun 2026.
”Target saya adalah menyelesaikan jalan rusak. Termasuk jalan Desa Kalanglundo akan dibangun tahun 2026,” kata Bupati Grobogan Setyo kepada awak media, kemarin.
Dia menilai tidak mungkin Bupati membiarkan jalan rusak dibiarkan. Hanya saja warga masyarakat sekarang mempuyai akun media sosial dan memviralkanya.
Pihaknya meminta warga untuk bersabar karena anggaran APBD Grobogan terbatas.
”Saya akan terjun ke bawah dan menemui warga secara langsug. Dan menjelaskanya semua,” ujarnya.
Pembangunan yang sedang digencarkan pemerintah daerah Grobogan. Salah satunya dengan pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar.
Dana sebesar itu akan digunakan membangun jalan dan penataan kota. Sesuai dengan visi misi Mbangun Deso Noto Kutho.
”Saat ini ada pengurangan dana transfer daerah ke Kabupaten Grobogan sebesar Rp 350 miliar. Jika dana transfer daerah masih diberikan maka bisa menyelesaikan pembangunan daerah selama lima tahun,” terang dia.
Tidak hanya ruas Kalangdosari, beberapa akses jalan lain seperti di Sindurejo, Dokoro, dan Tarub juga masuk dalam daftar pembangunan pada tahun yang sama.
Upaya perbaikan infrastruktur tersebut akan menggunakan dana pinjaman daerah sebesar Rp 110 miliar yang dialokasikan untuk program Noto Kuto (menata kota) serta melanjutkan pembangunan jalan Kabupaten.
”Dana pinjaman sebesar Rp110 miliar akan digunakan untuk Noto Kuto dan meneruskan jalan kabupaten," jelasnya.
Bupati menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten Grobogan.
Namun, juga dukungan anggaran dari Banprov Jawa Tengah, Banpres, maupun sumber pendanaan lainnya.
Dimana semua program pembangunan bisa dibantu melalui anggaran Banprov, Banpres, dan anggaran lainnya.
”Targetnya, pelan-pelan akan menyelesaikan jalan. Semuanya dijalankan bertahap," ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat Kalangdosari yang telah menunggu perbaikan jalan selama puluhan tahun, hingga akhirnya memilih memperbaikinya secara gotong royong. (mun)
Editor : Ali Mustofa