GROBOGAN - Sosok pria yang meninggal tertemper KA 29F Anjasmoro di jalur KM 17+100 Jambon–Gambringan, Kecamatan Toroh, Senin (17/11), akhirnya berhasil terungkap.
Setelah sebelumnya tanpa identitas, polisi memastikan identitas korban melalui sidik jari di ruang jenazah RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Korban diketahui bernama Boto bin Sardi (42), warga Dusun Wadak, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan.
Temuan ini mengakhiri pencarian identitas setelah korban ditemukan tanpa dokumen pribadi di lokasi.
Kapolsek Toroh, IPTU Joko Ismanto, membenarkan perkembangan terbaru tersebut.
“Identitas korban sudah dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari. Korban adalah warga Kecamatan Pulokulon,” ujarnya.
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal di area persawahan dekat rel setelah tertemper KA Anjasmoro.
Petugas mengevakuasi jasadnya yang berada di antara tanaman dan semak di tepi jalur.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda onthel rusak, caping, dan bronjong bambu.
Yang menguatkan dugaan bahwa korban tengah beraktivitas di sekitar rel sebelum kejadian nahas itu terjadi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, kembali mengingatkan bahwa jalur kereta api merupakan area steril dan tidak boleh digunakan masyarakat untuk aktivitas apa pun.
“Rel bukan tempat beraktivitas. Risiko fatal selalu mengintai karena kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan jarak pengereman yang sangat panjang,” tegasnya.
Polisi kini berkoordinasi dengan keluarga untuk proses pemulangan jenazah serta melengkapi keterangan mengenai aktivitas korban sebelum insiden. (int)
Editor : Ali Mustofa