GROBOGAN - Desa Pakem di Kecamatan Sukolilo merupakan salah satu wilayah yang pada tahun 2023 ditetapkan sebagai zona merah stunting.
Meski telah memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap dusun, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, terutama terkait pemanfaatan bahan pangan lokal yang sebenarnya berlimpah di desa tersebut.
Selama ini, posyandu tersebut terus menjalankan perannya dalam pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi gizi dan sanitasi.
Namun, para kader mengakui bahwa mereka belum mampu mengembangkan bahan pangan lokal secara optimal menjadi berbagai olahan yang menarik dan bergizi bagi anak-anak.
Padahal, Desa Pakem memiliki potensi komoditas pangan yang sangat besar, seperti jagung, kacang hijau, ubi, dan labu kuning.
Bahan-bahan tersebut sesungguhnya dapat diolah menjadi makanan sehat dengan cita rasa yang disukai anak-anak, sekaligus memiliki nilai gizi tinggi.
Kondisi inilah yang mendorong pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program Mahasiswa Berdampak yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada tahun 2025.
Program tersebut memberikan kesempatan bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan-persoalan di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi program tersebut, BEM Universitas An Nuur bersama para dosen pembimbing—Sutiyono, M.Kes; Ns. Wahyu Riniasih, M.Kep; Eko Supriyadi, S.Kom., M.Tr.Kom; serta Ns. Suryani, M.Kep menyelenggarakan pelatihan dan demonstrasi pengolahan pangan lokal bagi kader posyandu dan warga Desa Pakem.
Kegiatan ini memanfaatkan komoditas desa seperti labu kuning, ubi ungu, dan kacang hijau untuk dijadikan hidangan sehat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mempraktikkan secara langsung teknik pengolahan bahan pangan menjadi olahan yang lebih variatif, menarik, dan tetap bergizi.
Labu kuning yang kaya beta-karoten dan vitamin A diolah menjadi bola-bola labu gemes dengan tampilan cerah dan rasa manis alami yang digemari anak-anak.
Ubi ungu yang kaya antosianin diolah menjadi lunpia dengan warna ungu yang menarik, sedangkan kacang hijau dengan kandungan protein dan vitamin B kompleks diolah menjadi creamy jelly yang lembut dan disukai berbagai kalangan.
Ketiga olahan ini tidak hanya mempertahankan nilai gizi bahan dasarnya, tetapi juga memberi pengalaman baru bagi peserta dalam menciptakan hidangan sehat dari bahan yang mudah ditemui di sekitar mereka.
Upaya peningkatan gizi keluarga memang tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga harus dibarengi kemampuan masyarakat untuk mengolahnya dengan cara yang sehat, modern, dan menarik secara visual.
Di banyak daerah pedesaan, termasuk Desa Pakem, konsumsi bahan pangan lokal masih terbatas pada pengolahan sederhana sehingga kurang menarik bagi anak-anak.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara-cara inovatif untuk mengolah pangan lokal agar lebih variatif dan bernilai gizi tinggi.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan kembali olahan yang diajarkan secara mandiri di rumah. Produk makanan yang dihasilkan tidak hanya lebih menarik dari segi tampilan, tetapi juga lebih disukai anak-anak sehingga berpotensi meningkatkan asupan gizi keluarga.
Selain itu, keterampilan ini membuka peluang usaha rumahan berbasis pangan lokal yang dapat menambah pendapatan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Pakem, terutama dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pangan lokal serta peningkatan konsumsi makanan bergizi melalui diversifikasi menu sehari-hari.
Upaya ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat desa sebagai bagian dari strategi penurunan stunting.
Pada kesempatan ini, BEM Universitas An Nuur, para dosen pembimbing, serta kader Posyandu Desa Pakem menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Dukungan tersebut memungkinkan kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.(*)
Editor : Mahendra Aditya