GROBOGAN – Tanggul Sungai Lusi di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, kembali longsor. Akibatnya, akses jalan warga RT 01 RW 07 yang berada di tepi sungai terancam terputus.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, kerusakan terjadi sepanjang sekitar 57 meter dengan lebar 4 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahju Tri Darmawanto menjelaskan, hasil assessment pada 26 September 2025 menunjukkan struktur beton tanggul bergeser dan muncul retakan memanjang di badan tanggul.
“Badan jalan di atas tanggul mulai terancam ambles. Vegetasi di sekitar lokasi tidak mampu menahan pergerakan tanah. Potensi longsor susulan cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat atau debit Sungai Lusi naik,” ujar Wahju.
Menurutnya, BPBD telah merekomendasikan dua tahap penanganan yakni darurat dan permanen. Pada tahap darurat, dilakukan pemasangan rambu peringatan, pembatasan aktivitas warga, serta penumpukan karung pasir di titik kritis.
Sedangkan penanganan permanen akan dilakukan dengan perkuatan tanggul menggunakan gabion atau batu kali.
BBWS Pemali Juana juga telah melakukan pengurukan berlapis memakai geotekstil, serta menyiapkan sistem drainase dan revegetasi.
“Surat permohonan penanganan sudah kami kirimkan ke BBWS Pemali Juana akhir September lalu. Kami berharap segera ada tindak lanjut agar kerusakan tidak semakin meluas,” tegasnya.
Ketua RT 01 RW 07, Heri, mengatakan longsoran kali ini terjadi hanya dua pekan setelah perbaikan terakhir dilakukan oleh BBWS.
“Dulu sudah pernah diperbaiki, tapi belum genap satu bulan tanggul sudah longsor lagi. Padahal sudah dipasangi trucuk bambu, karung pasir, dan geotekstil,” ungkapnya.
Ia menuturkan, setiap kali debit Sungai Lusi meningkat, air sering melimpas ke tanggul hingga mengikis bagian tepi sungai, terutama di sisi selatan atau sisi kiri dari arah timur.
Ia menduga saluran pembuangan air di belakang rumah warga turut memperparah kondisi tanggul, meski kini sudah ditutup oleh BBWS.
Kekhawatiran juga disampaikan warga lainnya yang tinggal tak jauh dari longsoran tersebut.
“Kami takut kalau longsoran itu meluas dan menimpa rumah warga. Semoga bisa segera diperbaiki,” ujarnya. (int)