GROBOGAN - Tragedi memilukan terjadi di Dusun Gemblung, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Rabu malam (12/11/2025).
Seorang kakek lanjut usia yang sakit stroke meninggal dunia setelah rumahnya terbakar hebat saat ditinggal keluarganya rewang di rumah tetangga.
Korban diketahui bernama Sukani, 75, diketahui sudah lama menderita stroke dan tidak bisa berjalan.
Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, korban berada sendirian di kamar karena anak dan cucunya, Sudarti (40) serta Sri Pujiwati (19), tengah membantu persiapan hajatan di rumah kerabat berjarak sekitar 500 meter.
Kebakaran bermula dari rumah milik Salim, menantu korban. Api diduga berasal dari korsleting listrik kipas angin di ruang tamu yang tidak pernah dimatikan.
Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke rumah tengah tempat korban berada, lalu merembet ke rumah milik Suyatmi binti di sebelahnya.
Saksi Hadi Prayitno (75) yang tinggal bersebelahan mengaku mendengar suara “pletok-pletok” seperti kayu terbakar sebelum melihat nyala api dari rumah korban.
“Saya sempat mau menolong, tapi apinya sudah besar sekali. Saya langsung teriak minta tolong warga,” ungkapnya kepada petugas.
Petugas Polsek Wirosari bersama tim Damkar Kecamatan Wirosari, Koramil, dan warga sekitar datang membantu memadamkan api. Setelah dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat proses pendinginan, petugas menemukan tubuh korban dalam posisi terlentang di kamar bagian belakang, dalam kondisi sudah hangus terbakar.
Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo menjelaskan, hasil olah TKP dan pemeriksaan petugas medis menunjukkan korban meninggal dunia akibat luka bakar parah.
"Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena kondisi fisik yang lemah. Dari hasil pemeriksaan, penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik pada kipas angin,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, petugas menemukan tiga sepeda motor hangus terbakar serta sejumlah dokumen penting. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 125 juta terdiri dari rumah milik Salim sekitar Rp 100 juta dan rumah milik Suyatmi sekitar Rp 25 juta.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama saat meninggalkan rumah dan masih ada peralatan elektronik yang menyala,” pesan Kapolsek. (int)
Editor : Mahendra Aditya