GROBOGAN – Menara Simpang Lima, ikon legendaris Kabupaten Grobogan yang berdiri sejak 1975, tak lama lagi akan tampil jauh lebih menawan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan tengah menata ulang kawasan tersebut dengan menambahkan sistem pencahayaan (lighting) animatif yang menghadirkan warna dan gerak visual memukau.
Kepala DLH Grobogan Mokamat melalui Kabid Tata Lingkungan Eko Sulistyono menjelaskan, proyek senilai Rp 800 juta ini dikerjakan oleh CV Ben Apik dan ditargetkan rampung sebelum 16 Desember 2025. Hingga pekan ini, progresnya telah mencapai 36 persen.
“Pekerjaan sejauh ini masih sesuai target. Kendalanya hanya cuaca. Sore hari sering hujan, jadi pengerjaan terpaksa berhenti karena semua kegiatan dilakukan di area terbuka. Tapi kami optimistis bisa selesai sekitar 10 Desember nanti,” ujarnya.
Pengerjaan ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Grobogan mempercantik wajah kota, sekaligus menghidupkan kembali kawasan taman aktif di jantung Purwodadi.
Diungkapkan, sistem pencahayaan yang dipasang ini menggunakan teknologi LED hemat energi dengan proyeksi animatif dari berbagai sudut menara.
“Awalnya kami ingin mengadopsi konsep seperti Menara Teratai di Banyumas, tapi setelah dikaji, perawatannya sulit. Jadi kami ubah, memakai proyeksi LED langsung ke tugu dari beberapa arah,” jelas Eko.
Menara yang selama ini tampak redup di malam hari, nantinya akan bersinar dengan tampilan dinamis sesuai momen. Mulai dari proyeksi merah putih dan tulisan peringatan Hari Kemerdekaan, hingga nuansa Idulfitri yang menenangkan.
Tak hanya itu, sistem ini juga dirancang agar ke depan dapat dimanfaatkan untuk menampilkan promosi potensi daerah secara digital.
“Kalau memungkinkan, nanti juga bisa dikomersialkan. Jadi selain mempercantik kota, bisa menghasilkan pendapatan daerah,” imbuhnya.
Proyek ini menjadi bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Grobogan dalam program “Noto Kutho Bangun Ndeso”, yang menekankan pada penataan wajah kota serta penguatan identitas daerah.
Selain mempercantik menara, DLH juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga. Baru-baru ini, pihaknya telah membuat marka penyeberangan (zebra cross) di depan kantor DP3AKB untuk memudahkan warga menyeberang ke kawasan taman Simpang Lima.
Langkah ini menjawab keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mencari akses aman menuju taman kota tersebut.
“Setelah ikon Kabupaten Grobogan ini dipercantik, harapannya kawasan Simpang Lima bisa menjadi magnet baru bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke Purwodadi,” pungkas Eko. (int)
Editor : Mahendra Aditya