GROBOGAN – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan Forum Komunitas Disabilitas Grobogan (FKDG) setelah mengikuti pelatihan membatik ciprat yang diadakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan, para penyandang disabilitas kini berhasil menghasilkan karya batik bernilai jual tinggi.
Hasil batik ciprat tersebut rencananya akan dipasarkan melalui Dinsos Grobogan. Langkah ini diharapkan mampu menjadi pintu baru untuk meningkatkan kemandirian ekonomi para anggota komunitas disabilitas di daerah itu.
Ketua FKDG Waluyo Sumaryono, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dinas Sosial yang telah memberikan kesempatan dan dukungan penuh kepada komunitasnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinsos Grobogan yang telah memberikan pelatihan batik ciprat. Kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan teman-teman disabilitas, tapi juga membuka peluang untuk membantu perekonomian mereka,” ujar Waluyo.
Sementara itu Dinsos Grobogan menyatakan akan terus mendampingi para penyandang disabilitas agar produk batik ciprat tersebut bisa menembus pasar yang lebih luas.
Dukungan promosi dan pemasaran juga akan dilakukan melalui kegiatan pameran dan media sosial.
”Dengan semangat pantang menyerah dan kreativitas tinggi, komunitas disabilitas Grobogan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan mandiri,” terang dia. (mun)
Editor : Mahendra Aditya