Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Setahun Pasar Gubug Terbakar Belum Ada Kepastian Pembangunan

Sirojul Munir • Selasa, 4 November 2025 | 23:26 WIB
SEDIH - Salah satu pedagang ketika melewati kiosnya yang ludes terbakar tidak tersisa di pasar Gubug, tahun 2024 lalu
SEDIH - Salah satu pedagang ketika melewati kiosnya yang ludes terbakar tidak tersisa di pasar Gubug, tahun 2024 lalu

GROBOGAN – Tepat hari ini, Rabu (5/11) tahun 2024 lalu bencana kebakaran di Pasar Gubug terjadi. Ada ribuan pedagang kehilangan Toko, Los dan Dasaran,

Akibat kebakaran tersebut menjadikan mereka kehilangan tempat untuk jualan mencari nafkah setiap hari.Kondisi pedagang kini harus tetap bangkit.

Sambil berharap ada pembangunan pasar Gubug. Meski saat ini, pedagang menempati pasar Darurat di Lapangan Desa/Kecamatan Gubug.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Gubug  Subkhan mengatakan, pembangunan pasar Gubug diharapkan oleh ratusan pedagang. Mereka berharap pasar bisa dibangun kembali dan pedagang bisa nyaman berjualan di pasar permanen.

”Kami dari pedagang pasar Gubug hanya pasrah dan berharap pemerintah daerah atau dari pemerintah pusat bisa membangun pasar Gubug yang terbakar,” kata Subkhan.

Harapan dari pedagang pasar Gubug yang sudah terbakar satu tahun lalu hanya bisa berharap da nada keajaiban dari pemerintah daerah.

Sebab, kondisi dari pedagang hanya pasrah dan berjualan di pasar darurat di lapangan Desa Gubug/Kecamatan Gubug.

”Doa kami agar pemerintah segera membangun pasar Gubug. Kami tidak bisa berharap banyak karena orang cilik dan ingin segera ada pembangunan pasar,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, pembangunan bekas Pasar Gubug di Desa/Kecamatan Gubug yang terbakar pada 4 November 2025 lalu dari Pemkab Grobogan mengajukan pembangunanya sebesar Rp 50 miliar.

Dana sebesar tersebut telah diajukan ke pemerintah pusat dan telah melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Dr. Ir. Maulidya Indah Junica.

Dalam pertemuan ini, Pemkab Grobogan memaparkan rencana percepatan pembangunan kembali Pasar Gubug, mencakup rancangan teknis, rencana anggaran, serta aspek legalitas lahan.

Pemkab juga menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan serta dukungan yang dibutuhkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Dari persyaratan yang belum lengkap adalah Detail Enginering Desain (DED) pasar, bangunan gedung hijau pasar, UKL, UPL, amdal lalin dan PBG. Dari prersyaratan tersebut akan dilengkapi membuat dokumen.

”Anggaran yang kami ajukan sebesar Rp 50 miliar. Kami masih menunggu perkembangan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara terkait pembangunan gedung pasar baru akan diperbarui sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI).

Sehingga standartnya akan disesuaikan. Jika sekarang pasar kumuh tidak ada akses ditengah –tengahnya untuk bongkar barang dan pemadam kebakaran.

Sementara itu, Sekda Grobogan Anang Armunanto  berharap usulan dipenuhi.

Karena pasar merupakan sarana distribui perdagangan dan penyedaiaan barang pokok dan barang penting serta penggerak perekonomian di Kecamatan Gubug. 

Keberadaan pasar Gubug juga penompang perekonomian di empat Kecamatan lainya. Yaitu Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati dan Gubug.

Sambil menunggu pembangunan pasar permanen, Pemkab Grobogan telah membangun Pasar Darurat sebagai solusi sementara.

Pembangunan pasar darurat alokasi anggaran Rp 2,5 miliar dari Dana Tidak Terduga (DTT), pasar ini mampu menampung 841 pedagang, terdiri atas 707 los, 45 kios, dan 89 dasaran.

Langkah tersebut diambil agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan perekonomian daerah tidak terhambat. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#pasar gubug #setahun #Sugeng Prasetyo #disperindag grobogan #terbakar #pemkab grobogan #Setyo Hadi