Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalillahi! Petani di Ngaringan Grobogan Tewas Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah, Begini Kronologinya

Sirojul Munir • Senin, 3 November 2025 | 20:02 WIB
Ilustrasi korban tewas
Ilustrasi korban tewas

GROBOGAN — Musibah maut terjadi di wilayah Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Minggu (2/11).

Seorang petani bernama Jiman, 47, warga Dusun Payasan, Desa Kalangdosari, tewas tersambar petir saat hujan deras mengguyur area persawahan.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, ketika korban sedang beraktivitas di sawah.

Berdasarkan keterangan saksi, hujan deras yang disertai petir mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WIB.

Saat hendak pulang ke rumah, korban tiba-tiba disambar petir hingga terjatuh di tengah sawah.

Saksi mata Sukardi, 53 yang saat itu juga tengah berada di sawah, mengaku melihat kilatan petir dan tubuh korban langsung ambruk.

”Tadi saya lihat petir menyambar, terus Pak Jiman langsung jatuh. Saya teriak minta tolong,” ujarnya.

Teriakan Sukardi didengar oleh dua warga lain, Dasmo, 44 dan Ahmad Saifudin, 29, yang kebetulan sedang melintas di jalan desa tak jauh dari lokasi.

Ketiganya kemudian menghampiri korban dan menemukan Jiman sudah tak bernyawa. Wajah korban tampak gosong dan rambutnya terbakar.

Perangkat desa, Ahmad Saepul Hadi, 28, kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaringan.

Petugas yang dipimpin Kapolsek Ngaringan AKP Mujiyadari, S.H., M.H., bersama tim Inafis Polres Grobogan dan tenaga medis dari Puskesmas Ngaringan segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

”Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan beberapa luka bakar pada tubuh korban, antara lain di bagian kepala, leher, dada, dan betis kanan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. “Korban murni meninggal akibat tersambar petir,” ungkap Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.

Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain topi hitam, kaos panjang warna hitam, dan celana training hitam, serta caping yang terbakar.

Pihak keluarga korban, yang diwakili istri dan disaksikan perangkat desa setempat, menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.

AKP Mujiyadari mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan pada cuaca ekstrem.

”Kami mengingatkan masyarakat, khususnya petani, untuk tidak berada di area terbuka seperti sawah saat hujan disertai petir demi keselamatan bersama,” tegasnya. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#sambar petir #petani #polres grobogan