DITULIS OLEH: Letkol Kav Barid Budi Susila
Dansatgas TMMD Reguler ke-126 Kodim 0717/Grobogan
GROBOGAN—Program TMMD ke-126 Reguler Kodim 0717/Grobogan tahun 2025 kini memasuki tahap akhir. Sejumlah sasaran fisik mulai menampakkan hasil nyata. Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana, Tim Wasev dari Mabesad yang dipimpin Brigjen TNI Aji Mimbarno, turun langsung meninjau lokasi di Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (30/10).
Rombongan dipimpin Ketua Tim Wasev yang juga menjabat Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Pembinaan Perawatan Personel (Waaspers Kasad Bidang Binwatpers) Brigjen TNI Aji Mimbarno. Ikut hadir Pabanda Geo Spaban III/Komsos Sterad Mayor Edy S. Didampingi Danrem 073/Makutarama Salatiga Kolonel Arm Erza Nathanael, beserta jajaran Forkopimda, forkopimcam dan perangkat desa setempat.
Program itu dimulai 8 Oktober-6 November 2025 itu fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Program ini menyasar tiga sasaran fisik utama, yakni peningkatan jalan cor blok 1.408 meter. Terbagi menjadi tiga titik yang masing-masing berbeda manfaat.
Salah satunya jalan penghubung Dusun Wadak ke Dusun Bogoraji Desa Karangharjo. Jalan itu satu-satunya akses pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.
Salah satu siswa SMPN 2 Pulokulon, Fitri, 12, asal Dusun Wadak, desa itu, mengungkapkan rasa senangnya jalan akses menuju sekolah dilakukan perbaikan. Sebelumnya jalan itu berlumpur jika musim hujan. Dan berdebu jika musim kemarau.
Jika musim hujan dia memilih jalan baik tetapi jaraknya cukup jauh 2 Km.
Dengan adanya jalan diperbaiki ini, dirinya cukup 500 meter.
Program ini menjadi harapan baru bagi para siswa dan guru yang selama ini harus berjibaku dengan jalan tanah yang berubah menjadi lumpur saat hujan tiba.
“Akhirnya jalan mulus dan lebih cepat kalau mau ke sekolah,” kata Fitri.
Serta ada juga satu-satunya akses jalan pertanian di Dusun Wadak. Jalan pertanian itu sebelumnya berlumpur dan bebatuan. Jika hujan licin. Kendaraan tak bisa lewat jalan itu. setelah TNI membangun jalan itu, para petani bisa mengangkut hasil pertanian dengan kendaraan.
"Dengan adanya pembangunan di sini tentunya senang jalannya alus. Petani kalau jalannya alus tentunya enak, mudah untuk akses. Harapannya ke depan petani sini bisa semakin maju dan mengangkat perekonomian," salah satu petani setempat, Parmo.
Program lain rehabilitasi tiga unit musala dan pembuatan sepuluh unit jamban keluarga tersebar di warga prasejahtera.
Sebelum ada bantuan jambanisasi, mereka selama ini BAB menumpang ke tetangga rumah. Ada pula yang masih memakai jamban cemplung (kakus) serta yang dekat sungai rela BABS ke sungai.
Program lain Kasad berupa pembuatan lima titik sumur gali. Sumur gali dipilih lantaran sebelumnya Kodim 0717/Grobogan telah mengupayakan pencarian sumber mata air untuk sumur bor di 15 titik menggunakan geolistrik namun tak ditemukan. Akhirnya Satgas memutuskan membuat sumur gali dengan kedalaman 8 meter.
Tak ketinggalan rehab RTLH (rumah tidak layak huni) menjadi rumah layak huni sebanyak tiga unit. Sasarannya para lansia yang sudah tidak produktif. Sasaran tambahan lainnya pembangunan tiga titik talud di Desa Karangharjo.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Aji Mimbarno menegaskan TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah.
”Melalui TMMD, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong, mempererat persatuan, dan menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.
Brigjen Aji Mimbarno juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan TMMD. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat yang menjadi penerima manfaat program.
“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan rasa memiliki, warga akan lebih peduli dan bersama-sama menjaga hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui TMMD,” imbuhnya.
Selain meninjau progres fisik, kunjungan Brigjen Aji Mimbarno juga mencakup dialog dengan warga dan anggota Satgas TMMD di lokasi pekerjaan.
Ia memantau langsung proses pengecoran jalan, pembangunan rumah, serta pembuatan sumur gali yang dilakukan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, mayoritas pekerjaan fisik telah mencapai progres mendekati 100 persen dan dinilai berjalan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Aji Mimbarno yang merupakan putra asli Grobogan juga menyampaikan rasa bangganya dapat kembali ke tanah kelahiran. Ia lahir dan besar di Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, sebelum meniti karier di lingkungan TNI AD.
“Kembali ke Grobogan dan melihat semangat warga dalam membangun desa membuat saya bangga. Ini membuktikan bahwa nilai gotong royong dan cinta tanah air masih kuat di masyarakat kita,” tuturnya.
Selain kegiatan fisik, TMMD Reguler ke-126 Kodim 0717/Grobogan juga melaksanakan program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi administrasi kependudukan, kesehatan masyarakat, keluarga berencana, bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, dan bela negara.
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial serta menumbuhkan kesadaran nasionalisme di kalangan masyarakat desa.
Sementara itu, Dansatgass TMMD ke-126 Reguler Letkol Kav Barid Budi Susila selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-126, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“TMMD ini bukan hanya proyek fisik semata, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Kita harapkan hasilnya dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ungkap Letkol Barid.
Melalui TMMD, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali diwujudkan secara konkret. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Grobogan. (*)
Editor : Zainal Abidin RK