Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alhamdulillah! Perjalanan KA Tujuan Grobogan Mulai Pulih, Jalur Semarang–Alastua Bisa Dilintasi Lagi

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:55 WIB
MELINTAS: Sejumlah KA saat melintasi jalur Stasiun Tawang-Stasiun Alastua.
MELINTAS: Sejumlah KA saat melintasi jalur Stasiun Tawang-Stasiun Alastua.

GROBOGAN - Kabar baik bagi pengguna kereta api tujuan Grobogan dan sekitarnya.

Setelah sempat terganggu akibat genangan air, jalur Semarang Tawang–Alastua kini kembali bisa dilalui lokomotif biasa.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan kabar baik setelah tim lapangan bekerja tanpa henti melakukan penanganan dan normalisasi jalur akibat genangan air di titik KM 2+3 hingga KM 3+0.

“Alhamdulillah, jalur hulu sudah bisa dilalui dengan lokomotif biasa. Proses normalisasi dilakukan dengan mengecer batu ballast (kricak) sebanyak 102 meter kubik di jalur hulu,” ujar Franoto.

Langkah tersebut, lanjutnya, membuat ketinggian badan rel meningkat sehingga genangan air yang sebelumnya menghambat perjalanan kini semakin rendah.

Kereta pertama yang berhasil melintas setelah proses normalisasi adalah KA 163 Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen, yang melintasi lokasi pukul 20.45 WIB dengan kecepatan terbatas.

Franoto menjelaskan, pekerjaan pengeceran batu ballast akan terus dilanjutkan menyesuaikan kebutuhan agar konstruksi jalur semakin kuat dan aman untuk operasional normal.

“Kami terus melakukan penambahan ballast sesuai kebutuhan guna memperkuat struktur jalan rel dan memastikan jalur dapat segera dilalui secara normal,” jelasnya.

Sebelumnya, jalur hulu dan hilir hanya bisa dilewati lokomotif khusus BB 304 dan CC 300 karena ketinggian air yang cukup mengganggu.

Kini, dengan kondisi yang berangsur membaik, jalur mulai berfungsi kembali meski kecepatan masih dibatasi.

“Pembatasan kecepatan maksimal 10 km/jam tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan serta meminimalisir getaran pada struktur rel yang baru dinormalisasi,” terang Franoto.

“Pemantauan lapangan terus dilakukan hingga jalur benar-benar dinyatakan aman.”

KAI Daop 4 Semarang juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta yang sebelumnya terdampak akibat kondisi jalur tersebut.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Terima kasih atas kesabaran dan pengertiannya selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” tutupnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #kai