Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terseret Arus Saat Cari Rumput, Kakek di Grobogan Ditemukan Tak Bernyawa 7 Kilometer dari Lokasi Hilang

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 21:34 WIB

 

Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi seorang kakek yang ditemukan tewas usai terseret arus deras di kawasan hutan petak KPH Sumberjatipohon.
Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi seorang kakek yang ditemukan tewas usai terseret arus deras di kawasan hutan petak KPH Sumberjatipohon.

GROBOGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan pada Jumat (24/10/2025) sore berujung duka.

Seorang kakek bernama Kandar (75), warga Dusun Ngulakan RT 07/RW 06, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras di kawasan hutan petak KPH Sumberjatipohon.

Peristiwa bermula saat korban berpamitan kepada anaknya, Karmanto (40), sekitar pukul 08.00 WIB untuk merawat tanaman jagung dan mencari rumput pakan ternak di lahan milik Perhutani, sekitar empat kilometer dari rumah.

Biasanya, korban pulang menjelang sore. Namun hari itu, hingga malam tiba, ia tak kunjung kembali.

Merasa cemas, sang anak melapor kepada Kepala Dusun Ngulakan, Mugiono (35). Warga bersama perangkat desa segera melakukan pencarian di kawasan hutan.

Di lokasi, mereka menemukan karung berisi rumput milik korban, namun keberadaan sang kakek tak diketahui.

Dugaan sementara, korban terseret arus deras Sungai Kedung Jurug yang tengah meluap akibat hujan lebat.

Laporan hilangnya korban diterima Pusdalops BPBD Kabupaten Grobogan sekitar pukul 21.00 WIB.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera berkoordinasi dengan TNI, Polri, Perhutani, relawan penanggulangan bencana, serta perangkat desa untuk melakukan pencarian.

Pagi harinya, Sabtu (25/10/2025), tim gabungan menyisir aliran sungai hingga ke wilayah Desa Karangrejo.

Sekitar pukul 10.45 WIB, pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan tepi saluran buangan Desa Karangrejo, sekitar 7 kilometer dari lokasi awal diduga hanyut.

Evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh unsur BPBD, Koramil 02/Grobogan, Polsek Grobogan, Perhutani, relawan, dan masyarakat.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka. Hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Grobogan dan Puskesmas Grobogan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan segera memakamkan korban sesuai adat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahju Tri Darmawanto menyampaikan duka cita mendalam serta apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam proses pencarian dan evakuasi.

"Kami berterima kasih kepada seluruh unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang telah membantu hingga korban ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat hujan deras dan debit air meningkat,” ujarnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#hujan #meninggal #kawasan hutan #tewas #arus deras #BPBD