Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Belum Sempat Bersih-Bersih, Banjir Grobogan Datang Lagi! Dua Desa Kembali Terendam

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:17 WIB
BANJIR: Petugas BPBD Grobogan saat membantu warga yang melintas di lokasi banjir.
BANJIR: Petugas BPBD Grobogan saat membantu warga yang melintas di lokasi banjir.

GROBOGAN - Warga Grobogan kembali dikejutkan dengan datangnya banjir susulan, Sabtu pagi (25/10).

Air kiriman dari wilayah hulu membuat Sungai Serang meluap dan merendam Dua desa di Kecamatan Purwodadi, yaitu Desa Cingkrong dan Candisari. Padahal, genangan di wilayah itu kemarin baru saja surut.

Menurut laporan BPBD Grobogan, air mulai naik sejak dini hari.

Debit di Bendung Sedadi meningkat drastis, menyebabkan aliran sungai tak mampu menampung limpasan air. Sekitar pukul 06.00 WIB, luapan mulai memasuki permukiman warga.

Di Desa Cingkrong, air menggenangi 1.708 rumah di enam dusun, dengan ketinggian antara 50 hingga 100 sentimeter.

Sementara di Desa Candisari, air setinggi 20–30 sentimeter menutup jalan raya Dayang–Pengkol di timur Jembatan Sungai Serang, membuat lalu lintas terganggu.

“Sebagian wilayah sudah surut kemarin, tapi pagi ini air kembali naik karena kiriman dari hulu. Kami masih siaga penuh untuk memastikan kondisi sungai dan membantu warga terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus dikerahkan ke lokasi. Mereka menyalurkan logistik dan membantu evakuasi warga yang terjebak genangan. 

Secara keseluruhan, banjir sempat melanda 28 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Grobogan. Total 2.378 rumah warga, 285 hektare sawah, tiga fasilitas umum, dan satu jembatan terendam air.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Purwodadi, Penawangan, Geyer, Tegowanu, Kedungjati, Klambu, Kradenan, Toroh, Brati, Karangrayung, dan Grobogan.

"Di Kecamatan Penawangan, air juga masih menggenangi Desa Karangpaing dan Pengkol. Sebanyak 46 rumah di Karangpaing masih tergenang, sedangkan di Pengkol, beberapa rumah dan jalan desa belum bisa dilalui kendaraan. Sementara sejumlah wilayah lain mulai berangsur pulih setelah air surut," ungkap Wahju.

Pantauan debit air hingga Sabtu pagi menunjukkan kondisi sungai masih tinggi.

Di Bendung Dumpil tercatat elevasi 48,50 mdpl dengan debit 93 m³/detik, di Bendung Klambu mencapai 766,628 m³/detik, dan di Pos Menduran sebesar 407,517 m³/detik. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #banjir #banjir grobogan