Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dekat Rel dan Pipa Gas, BBWS Tunggu Air Surut Sebelum Tutup Tanggul KB 1 Grobogan dengan Jumbo Bag

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:18 WIB
DIKEBUT: Petugas lapangan BBWS Pemali Juana saat mengecek lokasi jebolan tanggul di KB-1 Rowosari, Kecamatan Gubug.
DIKEBUT: Petugas lapangan BBWS Pemali Juana saat mengecek lokasi jebolan tanggul di KB-1 Rowosari, Kecamatan Gubug.

GROBOGAN – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyiapkan langkah cepat menutup jebolnya tanggul Kanan KB-1 di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dengan menggunakan jumbo bag.

Namun, upaya itu belum bisa dilakukan karena debit air masih tinggi dan lokasi tanggul berada di titik rawan dekat rel kereta api, pipa gas, dan kabel optik.

PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan sambil menunggu air surut agar pekerjaan bisa dilakukan aman.

“Mudah-mudahan hari ini air turun agar bisa segera action penutupan dengan jumbo bag,” ujarnya.

Heri menjelaskan, koordinasi intensif dilakukan dengan PT KAI karena lokasi jebolan berada tepat di sisi jembatan rel kereta api.

Selain itu, di bawah area tanggul terdapat jaringan kabel optik dan pipa gas yang harus diwaspadai saat pekerjaan berlangsung.

“Karena berkaitan dengan adanya jalur pipa gas dan kabel optik, kami terus berkoordinasi dengan teman-teman KAI agar penanganan berjalan aman,” tambahnya.

Diketahui, tanggul Kanan KB 1 di Rowosari diketahui jebol pada Selasa (21/10) malam setelah wilayah Gubug diguyur hujan deras sejak siang.

Jebolan sepanjang 10 meter dan tinggi lima meter itu menyebabkan air mengalir deras ke area persawahan warga dan masuk hingga ke saluran KB 15.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menuturkan jebolnya tanggul dipicu oleh pusaran air di sekitar jembatan rel akibat tekanan debit tinggi.

Gerusan pusaran air tersebut membuat struktur tanggul perlahan terkikis hingga akhirnya ambrol.

“Tekanan air meningkat dan membentuk pusaran kuat di sekitar jembatan rel, lama-kelamaan menggerus tanggul hingga jebol,” jelasnya.

Mengetahui kondisi itu, BBWS langsung menerjunkan tim lapangan. Pada Selasa malam, satu alat berat sudah dikerahkan untuk penanganan darurat.

Material bronjong dan jumbo bag juga dikirim dari gudang BBWS untuk memperkuat struktur tanggul sementara.

“Kita bergerak cepat. Begitu kondisi memungkinkan, jumbo bag akan segera dipasang untuk menutup jebolan dan menahan arus,” ujar Sudarto.

Sementara itu, petugas di lapangan terus bersiaga di sekitar tanggul dan jalur rel. Beberapa warga turut membantu dengan menumpuk karung pasir di sisi tanggul untuk mengurangi rembesan air.

BBWS juga menyiagakan tim pemantau di sepanjang saluran KB 1 hingga KB 15 guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.

“Kami terus pantau situasi di lapangan, terutama karena lokasi ini berdekatan dengan infrastruktur penting,” tegasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#tanggul jebol #grobogan #Pemali Juana #bbws