GROBOGAN – Keluarga korban AGP, warga Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer mendapatkan bantuan sosial dari Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Grobogan.
Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang saku kepada keluarga korban yang menjadi korban dugaan perundungan hingga tewas di SMP N 1 Geyer.
Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Punyomo menyatakan, ikut belasungkawa atas terjadinya tewasnya siswa SMP N 1 Geyer karena kasus dugaan perundungan hingga menyebabkan AGP siswa kelas VII tewas. Atas kejadian tersebut akan dilakukan evaluasi tentang pendidikan di sekolah.
”Saya bersama Dinas Sosial, Camat dan Kepala Desa setempat mendatangi rumah korban dan diterima dengan baik. Kami juga berikan santuan dan Dinas Sosial berikan sembako untuk digunakan keluarga,” kata Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo.
Menindaklanjuti kejadian di SMP N 1 Geyer, pihaknya bersama dengan Kepala UPTD di Kecamatan akan lakukan sambang sekolah.
Yakni dengan melakukan evaluasi kejadian di SMP N 1 Geyer agar tidak terulang kembali.
”Kami akan berkaloborasi dengan Dinas lain agar tidak terjadi dan perbaikan ke depanya,” ujarnya.
Sementara itu, terkait masalah hukum akan diserahkan kepada yang berwajib Polres Grobogan. Karena sudah menjadi ranah hukum.
Dari Polres Grobogan juga telah berikan tim konselor berikan trauma healing di SMP N 1 Geyer karena baru pertama kali terjadi bagi siswa, guru dan lingkungan sekolah.
”Kedepanya siswa dan guru bisa belajar bersama. Para guru dan siswa masih trauma. Kami akan lakukan pendampingan sebaik-baiknya,” terang dia.
Terkait dengan siswa yang terlibat akan lakukan pendampingan tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.
Yaitu dengan kerjasama PPA Polres Grobogan, DP3AKB, Dinas Sosial. Sehingga tragedi yang terjadi bisa selesai dan tidak berlanjut lagi.
”Pendidikan adalah hak anak. Kami harapkan anak bisa berlanjut belajar seperti kemarin dan tidak mendapatkan sanksi sosial dari teman temanya,” tandasnya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya