GROBOGAN– Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Grobogan.
Seorang siswa SMP di wilayah Kecamatan Geyer berinisial A, warga Desa Ledokdawan, meninggal dunia pada Sabtu (11/10) siang.
Kabar meninggalnya A mengejutkan banyak pihak. Terlebih, muncul dugaan bahwa siswa kelas VII itu menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Informasi tersebut cepat beredar di media sosial dan memicu perhatian publik.
Kakek korban, Muguh, menuturkan bahwa dirinya mendapat kabar cucunya dilarikan ke Puskesmas Geyer 1 sekitar pukul 12.00 WIB. Namun saat tiba di sana, sang cucu sudah dalam keadaan tak bernyawa.
"Saya dapat kabar sebelum jam 12.00 siang. Begitu sampai di puskesmas, ternyata sudah meninggal,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, atas permintaan keluarga, jenazah A kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soedjati Purwodadi untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Meski demikian, keluarga belum banyak memberikan keterangan terkait kondisi tubuh korban.
"Saya kurang tahu apakah ada luka-luka. Kami masih menunggu orang tuanya datang,” lanjut Muguh.
Diketahui, ayah dan ibu korban sedang dalam perjalanan dari Cianjur menuju Grobogan dan diperkirakan tiba pada malam hari.
Sementara itu, menurut salah satu petugas kesehatan Puskesmas Geyer 1, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya memar di bagian kepala dan tangan, serta indikasi luka pada area dada hingga perut yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat dibawa ke puskesmas, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ungkap petugas tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus perundungan tersebut.
Publik berharap peristiwa ini segera terungkap agar tidak ada lagi perundungan yang berujung duka di lingkungan sekolah. (int)
Editor : Mahendra Aditya