GROBOGAN– Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto memberikan apresiasi kepada Universitas An Nuur (UNAN) Purwodadi atas kiprahnya dalam menyiapkan lulusan berkualitas, terutama di bidang kesehatan.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda dan Sumpah Profesi Universitas AN-NUUR, di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Danyang, Purwodadi, Rabu (8/10/2025).
Dalam acara tersebut, Edy mengungkapkan kebanggaannya karena sejumlah alumni Universitas An Nuur kini telah bekerja di Jepang melalui program Caregiver Internasional.
Ia menilai hal ini sebagai bukti bahwa sumber daya manusia asal daerah, khususnya Grobogan, mampu bersaing di pasar global.
“Saya masuk ke sebuah rumah sakit di Jepang dan bertemu langsung dengan alumni Universitas An Nuur yang sudah bekerja di sana. Saya benar-benar bangga. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Grobogan memiliki kompetensi dan mental yang siap bersaing secara internasional,” ungkap Edy.
Politisi asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menegaskan, pemerintah melalui Komisi IX DPR RI terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan profesi kesehatan, termasuk program magang luar negeri.
Ia menyebut bahwa kampus kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus berperan sebagai lembaga pelatihan kerja yang menyiapkan mahasiswa untuk dunia industri dan globalisasi tenaga profesional.
“Kampus harus adaptif. Saat ini, perguruan tinggi bahkan didorong untuk membentuk lembaga pelatihan kerja berbasis universitas. Jadi, lulusan tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga keterampilan yang diakui dunia kerja internasional,” jelasnya.
Edy mengapresiasi langkah UNAN yang proaktif menjalin kerja sama dengan lembaga penyalur tenaga kerja luar negeri dan membuka peluang bagi mahasiswa maupun alumni untuk mengikuti pelatihan caregiver ke Jepang.
Diungkapkan, tahun ini, sepuluh alumni UNAN dijadwalkan berangkat ke Negeri Sakura pada November dan Desember mendatang.
"Inisiatif seperti ini patut dicontoh kampus lain. UNAN tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk bekerja dan mengabdi lintas negara. Ini kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegas Edy.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga profesional di bidang kesehatan, keperawatan, dan kebidanan. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan yang terampil tidak hanya tinggi di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
“Pasar kerja di Jepang, Korea Selatan, dan Eropa terbuka luas. Tinggal bagaimana kita menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan bahasa, etos kerja, dan sertifikasi kompetensi yang diakui internasional,” tambahnya. (int)
Editor : Zainal Abidin RK