GROBOGAN – Kejadian kejadian ledakan dari nsiden percikan api terjadi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Puri Bakti di Desa Putat, Kabupaten Grobogan, pada Senin (6/10) sekitar pukul 14.30 WIB tidak berpengaruh pada suplai gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Grobogan.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kejadian tersebut tidak mengganggu pasokan LPG di wilayah Grobogan dan sekitarnya.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan murni musibah dan saat ini penyebab masih dalam proses investigasi oleh tim internal maupun eksternal.
”Kejadian itu murni musibah. Saat ini penyebabnya masih didalami oleh tim terkait, baik dari internal Pertamina maupun pihak eksternal lainnya,” ujar Taufiq, Selasa (7/10).
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina segera mengalihkan pasokan LPG sebanyak 54 metric ton ke tiga SPBE terdekat, yakni dua di Kabupaten Grobogan dan satu di Kabupaten Demak.
Dengan pengalihan tersebut, distribusi LPG kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan.
”Kami pastikan pasokan aman. Masyarakat bisa membeli LPG di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET. Informasi pangkalan bisa dicek melalui situs subsidi.tepatlpg.mipertamina.id,” tambahnya.
Taufiq juga menegaskan bahwa standar keamanan di SPBE sudah diterapkan dengan ketat, termasuk pelatihan operator, sertifikasi, dan pengawasan rutin oleh tim safety serta security yang telah dilatih secara khusus.
“Semua operator sudah dilatih dan bersertifikat. Tapi yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Yang penting, layanan kepada masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Pertamina berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh setelah penyebab pasti insiden diketahui, guna meningkatkan standar keselamatan di seluruh SPBE di wilayah kerjanya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya