GROBOGAN - Lima karyawan dari SPBE PT Puri Bakti Siwi di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi masih mendapatkan perawatan insentif di ICU RS Permata Bunda Purwodadi.
Mereka alami luka bakar sampai 30 persen di badan korban.
Lima korban ini diantaranya S,41 warna Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, B, 32, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan.
F, 41, warga Desa/Kecamatan Kradenan, Y, 22, warga Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi dan W, 34 warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.
Humas RS Permata Bunda Muzaroah mengatakan, kondisi lima pasien korban kebakaran dari kejadian di SPBE Putat sudah dirawat dan masuk di ruangan ICU.
Pasien mulai masuk ke RS Permata Bunda pada pukul 16.00 WIB setelah sempat dirawat di RS Permata Utama Purwodadi pada pukul 15.00 WIB. Kemudian dirujuk di RS Permata Bunda.
”Untuk lima pasien dari empat sudah dirawat ICU dan satu masih di IGD karena ruangan ICU penuh,” kata Muzaroah.
Kondisi korban saat ini sudah membaik dan sudah ada perbaikan kondisi dari luka bakar yang dialami korban. Rata-rata korban alami luka ada di wajah, kaki dan tangan.
”Kondisi dari empat pasien alami luka 30 persen dan satu pasien alami luka sembilan persen,” terang dia.
Sebelumnya, SPBE Putat milik PT Puri Bakti Siwi di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi diduga alami ledakan, Senin (6/10).
Akibat kejadian tersebut ada sebelas pekerja alami luka bakar dan dilarikan ke RS Permata Utama Jalan Ahmad Yani Purwodadi.
Informasi yang di himpun di lapangan kejadian kebakaran terjadi pada pukul 14.30 WIB.
Ketika itu, para pekerja sedang melakukan pengisian gas LPG 3 kg. Diduga ada korsleting listrik menyambar gas dan terjadi ledakan.
Seluruh korban dibawa ke rumah sakit Permata Utama Purwodadi. Lima orang korban dirujuk ke RS Permata Bunda dan enam korban lainya alami luka ringan dan diperbolehkan pulang sampai pukul 21.00 WIB. (mun)
Editor : Ali Mustofa