GROBOGAN – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Grobogan, Senin (29/9/2025) sore.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sekitar pukul 14.30–16.30 WIB ini tidak hanya memicu banjir, tetapi juga merusak puluhan rumah warga hingga kios di kawasan wisata Bledug Kuwu, Kecamatan Kradenan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat, hujan lebat sempat membuat jalan Kuwu–Sragen di utara pertigaan Desa Banjarsari tergenang.
Air meluber ke jalan karena curah hujan tinggi ditambah saluran drainase yang tak mampu menampung debit air.
Meski sempat mengganggu aktivitas lalu lintas, genangan kini sudah surut.
Di Kecamatan Kradenan, angin kencang menimbulkan kerusakan di tiga desa. Yakni, Desa Kalisari, Kuwu dan Banjarsari.
Di Desa Kalisari, puluhan rumah di Dusun Sanggrak kehilangan atap, satu rumah di Dusun Sambongharjo tertimpa pohon, dan atap masjid di Dusun Pulorejo ikut terangkat angin.
Kerusakan parah juga terjadi di Desa Kuwu. Sejumlah kios di kawasan wisata Bledug Kuwu hancur di bagian atap, disusul puluhan rumah warga yang terdampak.
Sementara di Desa Banjarsari, belasan rumah dilaporkan rusak di bagian atapnya.
“Pohon tumbang di akses Dusun Sanggrak sudah ditangani warga," kata Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto
"Saat ini BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah rusak dan perkiraan kerugian. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” lanjutnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga agar berhati-hati, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, angin kencang, maupun pohon tumbang,” tegasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa