Banyak Warga Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Gabus, Dinsos Grobogan Pastikan Fokus Pemulihan
Intan Maylani Sabrina• Rabu, 24 September 2025 | 23:39 WIB
MENJENGUK: Kepala Dinsos Grobogan Indri Agus Velawati saat menjenguk bayi yang dibuang di jembatan Gabus yang kini dirawat intensif di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi.
GROBOGAN – Kasus penemuan bayi perempuan yang sempat menghebohkan warga Grobogan kini memasuki tahap penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan, Indri Agus Velawati, mengungkapkan banyak warga yang sudah mengajukan permintaan untuk mengadopsi bayi tersebut.
Namun, Indri menegaskan bahwa proses adopsi tidak bisa dilakukan secara langsung melalui Dinsos Grobogan. Mekanisme resmi tetap harus ditempuh sesuai aturan yang berlaku.
“Setelah orang tua kandung ditemukan, akan dibicarakan apakah mereka sanggup merawat. Kalau tidak, bayi akan dititipkan dulu di Panti Wiloso Tomo Salatiga. Dari sana, proses adopsi bisa dilanjutkan secara resmi,” jelasnya, Rabu (24/9/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan pemulihan kesehatan bayi. “Sudah ada warga yang bertanya dan ingin mengadopsi, tapi prioritas sekarang adalah kesehatan dan pemulihan bayi,” tegas Indri.
Dinsos, lanjutnya, memiliki peran penting dalam pendampingan penanganan bayi telantar, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penempatan sementara di panti, pencarian orang tua, hingga koordinasi dengan aparat kepolisian dan lembaga perlindungan anak.
“Begitu ada laporan penemuan bayi, kami langsung bergerak cepat bersama DP3AKB, Dinkes, RSUD, dan kepolisian. Proses hukumnya tetap ditangani kepolisian, sedangkan pemerintah bertanggung jawab atas perawatan dan perlindungan bayi,” paparnya.
Hingga kini, bayi perempuan tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang Neoristi RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi. Tim medis terus memantau kondisinya hingga benar-benar pulih. (int)