GROBOGAN - Sebanyak 11 SD di Kabupaten Grobogan dipastikan mendapat anggaran perbaikan melalui APBD perubahan tahun ini.
Pekerjaan yang digarap bervariasi, mulai dari pavingisasi, penataan lingkungan hingga rehabilitasi ruang kelas.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan, M Irfan, mengatakan saat ini proses masih tahap survei ke sekolah penerima. “Target tetap harus selesai tahun ini,” jelasnya.
Baca Juga: Forkopimda Serentak Sambangi Tujuh Sekolah, Dandim Grobogan di SMK Pemnas
Rincian sekolah penerima anggaran yakni SDN 2 Rambat, SDN 4 Karanganyar, dan SDN 4 Suru di Kecamatan Geyer.
Kemudian SDN Rajek Kecamatan Godong dan SDN 2 Ginggangtani Kecamatan Gubug. Selanjutnya SDN 2 Terkesi dan SDN 1 Kandangrejo Kecamatan Klambu.
Di wilayah lain, SDN 3 Gundih Kecamatan Geyer menjadi penerima terbesar dengan pagu Rp 761,7 juta.
Disusul SDN 1 Karangsono Kecamatan Karangrayung dengan Rp 649,2 juta, SDN 2 Ngembak Kecamatan Purwodadi dengan Rp 366,1 juta, serta SDN 3 Pengkol Kecamatan Penawangan dengan Rp 849,2 juta.
Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan untuk 11 sekolah tersebut mencapai Rp 3,547 miliar.
Meski demikian, Irfan menegaskan masih ada sekitar 100 sekolah dasar lain di Grobogan yang menunggu giliran perbaikan.
Keterbatasan anggaran membuat belum semua kebutuhan bisa dipenuhi.
Baca Juga: Kabar Baik! 763 Guru PPG Prajabatan di Grobogan Segera Menyandang Status PPPK Paruh Waktu
Kondisi tersebut semakin berat karena tahun ini Grobogan tidak memperoleh dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana tahun sebelumnya.
"Tahun kemarin ada empat SD yang dapat bantuan dari Kementerian PU dan lima SD dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tahun ini tidak ada. Yang DAK ada, tapi hanya untuk revitalisasi SD yang dikerjakan secara swakelola oleh sekolah,” terang Irfan.
Dengan kondisi itu, Dana Alokasi Umum dan anggaran perubahan tahun ini menjadi tumpuan bagi sekolah-sekolah penerima.
Pemerintah berharap, perbaikan ini bisa menjadi langkah awal untuk pemerataan kualitas sarana pendidikan di seluruh wilayah Grobogan. (int)
Editor : Ali Mustofa