GROBOGAN – Pasca pengrusakan oleh aksi anarkis oleh ratusan orang merusak kantor Mapolsek Purwodadi tetap membuka pelayanan seperti biasanya, Senin (1/9).
Meski kondisi bangunan masih hancur dengan kondisi kaca pecah, pintu rusak dan pagar yang copot.
Dari pantauan Koran ini, petuga SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) mulai beroperasi dengan kondisi ada meja dan kursi serta satu paket komputer dan printer.
Dua petugas anggota juga stand by di kantor. Sedangkan aula juga kondisi semua jendela pecah sudah mulai ada perbaikan. Ada tukang melakukan pengerjaan pengukuran dan pemasangan kaca.
Selain itu, juga ada tukang pemasang pagar besi Mapolsek Purwodadi yang hilang dibawa oleh ratusan aksi massa anarkis.
Tukang tersebut melakukan pengukuran dan pembuatan rel pagar.
Kegiatan Mapolsek Purwodadi terlihat ramai karena ada sekitar seratusan anak-anak bersama orang yang terlibat tawuran dan diamankan mengambil barang bukti sepeda motor dan handphone.
Mereka mendapatkan pembinaan dari petugas Mapolsek setempat.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto mengatakan, pelayanan kepada warga masyarakat di SPKT berjalan normal seperti hari biasanya untuk 24 jam penjagaan.
Kerusakan yang dialami Mapolsek Purwodadi dari aksi anarkis hanya kerusakan pada pintu depan dan kaca jendela.
”Adanya kerusakan pengaruh pelayanan normal saja. Saat kejadian pada hari Sabtu dan Minggu pelayanan SPKT tutup. Jadi kita buka Senin hari sudah normal semua,” kata AKP Siswanto.
Dikatakan, pelayanan surta SKCK dan surat yang lainya di Mapolsek Purwodadi pelayananya dibuka di hari kerja pada Senin sampai Jumat.
Sedangkan hari Sabtu dan Minggu libur. Namun, jika ada laporan kejadian kehilangan dan yang lainya normal pelayananya seperti hari biasa.
”Sebelum kejadian kita buka dan setelah kejadian kita buka kembali,” ujarya.
Terkait dengan jumlah kerugian akibat aksi anarkis tersebut, Mapolsek Purwodadi belum menghitungya secara rinci dan sudah menjadi wewenang Polres Grobogan.
”Untuk anggaran dan penghitungan kerugian semua dari Polres semua,” terang dia.
Selain Mapolsek Purwodadi korban aksi anarkis juga menimpa di Klinik Bhayangkara Polres Grobogan. Dimana jendela, kaca dan sejumlah fasilitas umum kesehatan rusak berat dengan kondisi hancur.
Lokasi tempat tersebut masih dibiarkan rusak dan belum ada perbaikan.
Hanya saja dari gedung yang baru selesai pembangunanya satu pekan lalu ditutup oleh terpal.
Sedangkan pecahan kaca dan yang lainya sudah dibersihkan oleh petugas. (mun)
Editor : Mahendra Aditya