GROBOGAN – Dandim 0717/Grobogan Letkol Kav Barid Budi Susila memimpin apel pagi di SMK Pembangunan Nasional (Pemnas) Purwodadi, Senin (1/9).
Apel ini digelar sebagai bagian dari program penguatan pendidikan karakter sekaligus langkah pencegahan kenakalan remaja di kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di tujuh sekolah dengan menghadirkan jajaran Forkopimda Grobogan sebagai pembina apel.
Selain Dandim, Bupati turut memimpin di SMAN 1 Grobogan, Wakil Bupati di SMAN 1 Purwodadi, Ketua DPRD di SMKN 1 Purwodadi, Kapolres AKBP Ike Yulianto di SMK Muhammadiyah, Kajari di SMKN 2 Purwodadi, Ketua PN di SMA Muhammadiyah, Ketua PA di SMK Pancasila, serta Sekda Anang Armunanto di MAN 1 Purwodadi.
Apel pagi yang diikuti ribuan siswa ini mengusung tema “Penyampaian Pendapat Secara Demokratis dan Bertanggung Jawab dalam Kerangka Penguatan Pendidikan Karakter”.
Di SMK Pemnas, kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 07.40 WIB dengan peserta sekitar 500 siswa.
Dalam amanatnya, Dandim menyinggung dinamika kebangsaan yang belakangan banyak diwarnai aksi demonstrasi.
Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi sehingga penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998.
Namun, ia menegaskan, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Unjuk rasa yang dibarengi tindakan anarkis tidak bisa dibenarkan. Itu melanggar hukum dan berpotensi merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Dandim juga menyoroti aksi unjuk rasa di Grobogan beberapa hari sebelumnya yang melibatkan pelajar di bawah umur.
Ia menilai aksi tersebut tidak sesuai ketentuan karena tanpa pemberitahuan kepada kepolisian, tidak memiliki struktur organisasi yang jelas, dan justru berubah menjadi tindakan anarki.
“Kegiatan seperti itu salah dan termasuk tindak pidana,” tandasnya.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Dandim berpesan agar siswa mengembangkan potensi melalui kegiatan positif di sekolah, baik organisasi maupun ekstrakurikuler.
Menurutnya, aktivitas tersebut dapat membentuk karakter tangguh, komunikasi yang terukur, serta mental pantang menyerah.
“Jangan sampai terlibat kegiatan anarki hanya karena ajakan teman atau iming-iming uang. Jika menghadapi situasi seperti itu, mintalah pertimbangan guru atau orang tua agar tidak salah langkah. Masa depan kalian ditentukan dari pilihan hari ini,” pungkasnya.
Apel serentak Forkopimda ini diharapkan dapat menanamkan nilai karakter pada siswa melalui harmonisasi olah hati, rasa, pikir, dan raga, dengan dukungan keluarga serta masyarakat. (int)
Editor : Ali Mustofa