GROBOGAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Grobogan mencatat sejarah baru dengan menghadirkan Laboratorium Moderasi Beragama. Fasilitas ini menjadi yang pertama berdiri di Jawa Tengah, hasil kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Grobogan.
Plt Kepala MAN 1 Grobogan, Alifah Robiyatun, menjelaskan laboratorium tersebut menghadirkan miniatur enam rumah ibadah agama resmi di Indonesia.
Mulai masjid (Islam), gereja (Katolik dan Protestan), pura (Hindu), vihara (Buddha), hingga kelenteng (Khonghucu).
“Laboratorium ini diprakarsai Kepala Urusan Tata Usaha kami, Ibu Suryanti. Tujuannya agar siswa mendapat ruang edukasi mengenal, memahami, dan menghargai keberagaman,” ungkap Alifah.
Menurutnya, moderasi beragama merupakan fondasi penting untuk membangun kultur madrasah yang inklusif.
Dengan fasilitas ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang toleran, berkarakter, sekaligus berwawasan kebangsaan.
Selain membangun laboratorium, MAN 1 Grobogan juga berupaya meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
Perbaikan sarana prasarana, penguatan layanan digital, serta keterbukaan informasi publik terus dilakukan untuk mendukung madrasah yang lebih modern dan efisien.
Alifah menambahkan, pihaknya menargetkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Agama.
Predikat ini diberikan kepada satuan kerja yang dinilai mampu menerapkan tata kelola pemerintahan bersih, transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan publik terbaik.
“WBK berarti satuan kerja bebas dari praktik korupsi, sedangkan WBBM menjadi level lebih tinggi yang menekankan birokrasi bersih sekaligus melayani masyarakat dengan cepat, transparan, dan berkualitas. Inilah semangat yang ingin kami wujudkan bersama guru, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, MAN 1 Grobogan tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi contoh nyata madrasah yang berintegritas sekaligus teladan pelayanan publik di bidang pendidikan. (int)
Editor : Mahendra Aditya