GROBOGAN – Tampil pertama kalinya Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama istrinya Suyatun menjadi model batik Grobogan Expo di halaman Pendopo Grobogan, Kamis (28/8).
Tampil anggun dan percaya diri di atas panggung, pasangan kepala daerah ini mengenakan batik khas Grobogan dengan motif terbaru Kembang Sepatu di parade fashion show batik Grobogan.
Gelaran fashion show tersebut menjadi bagian dari rangkaian besar expo yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan selama empat hari, dari 28 hingga 31 Agustus 2025.
Tidak hanya Bupati Grobogan yang jadi model batik. Parade batik ini, juga diikuti Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo bersama istri menggnakan batik motif Bledug Kuwu.
Juga Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani bersama suami Pradana Setiawan memakai batik Sekar Melati kombinasi dengan boyong Grobog.
Kemudian Dandim 0717 Grobogan Letkol Kav Barid Susila bersama istri mengenakan pakaian batik Grobogan motif Geni Bledug Edi Peni.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono bersama istri juga tampil menawan dengan motif Pajale (Padi, Jagung Kedelai).
Sedangkan Sekda Grobogan Anang Armunanto bersama istri menggunakan batik motif Gandrung Ki Ageng Selo.
Usai penampilan dari Bupati dan Forkopinda Grobogan. Fashion Show Batik ini juga menampilkan model batik yang diperagakan dari Staf Ahli, Asisten Bupati, Kepala OPD, Camat dan BUMD di Kabupaten Grobogan.
Bupati Grobogan Setyo Hadi memberikan sambutan yang hangat dan penuh pujian terhadap penampilan rekan-rekannya di lingkungan pemerintahan.
“Saya lihat dari para OPD, para camat, dan Forkopimda yang hadir, ternyata semuanya gagah-gagah, cantik-cantik. Saya ingin lihat gayanya nanti bagaimana. Saya ingin action-nya seperti apa,” ujar Bupati disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Grobogan Expo 2025 menjadi momentum penting dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selama empat hari, 28–31 Agustus 2025.
Lebih dari sekadar perayaan, expo ini menjadi sarana mendorong geliat ekonomi pelaku UMKM di Kabupaten Grobogan.
Bupati Setyo Hadi menegaskan bahwa tema “Bangga Produk Lokal Grobogan” tidak boleh hanya menjadi slogan atau formalitas belaka.
Ia berharap ajang ini mampu menjadi pemantik bagi instansi pemerintahan untuk benar-benar mengangkat produk lokal ke level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Inovasi Ekonomi Produktif, Perhutani Purwodadi Grobogan Tanam Tiga Ribu Tanaman Buah
”Saya ingin tema ini tidak sekadar jadi slogan. Harus jadi aksi nyata agar UMKM kita bisa terus berkembang. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang sudah berusaha dan ikut berpartisipasi memajukan produk UMKM Grobogan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dalam expo kali ini meliputi Festival Seribu Jajanan Pasar Tradisional, Launching Motif Batik Grobogan, hingga Lomba Fashion Show Batik yang diikuti oleh Forkopimda, OPD, camat, dan instansi lainnya.
Acara ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga mendorong terciptanya budaya kerja yang mencintai produk lokal.
Dengan tampil mengenakan batik Grobogan, para pejabat menunjukkan komitmen untuk menjadi role model dalam menggunakan produk dalam negeri, khususnya dari Grobogan.
“Ini bisa mendorong budaya kerja di lingkungan masing-masing. Bangga memakai produk lokal, bangga pakai produk Grobogan, bangga pakai produk Indonesia,” pungkas Bupati.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Grobogan Expo 2025 diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah tantangan zaman.
"Melalui fashion show ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik lokal memiliki daya saing tinggi dan layak tampil di panggung nasional bahkan internasional," ujar Bupati Setyo Hadi setelah tampil di runway.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM batik dan perajin lokal yang terus berinovasi menciptakan motif-motif baru.
Grobogan Expo 2025 bukan sekadar pameran, tetapi menjadi ajang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara ini menghadirkan 45 stan pameran, terdiri dari pelaku usaha lokal di berbagai klaster seperti batik, kerajinan tangan, makanan olahan, logam, furniture, hingga otomotif.
Selain fashion show, expo ini juga menampilkan beragam kegiatan menarik, termasuk festival jajan pasar tradisional, pelatihan membatik dan e-commerce, operasi pasar murah, serta berbagai hiburan rakyat dan parade seni.
Penampilan Bupati dan istri dalam balutan batik Grobogan turut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.
Tahun ini, Grobogan juga secara resmi meluncurkan empat motif batik baru, hasil karya para perajin lokal yang terinspirasi dari kekayaan alam dan sejarah Kabupaten Grobogan.
“Batik adalah identitas budaya kita. Kehadirannya dalam berbagai acara resmi maupun kasual menunjukkan karakter dan jati diri Grobogan,” ungkap Suyatun, Ketua Tim Penggerak PKK Grobogan.
Grobogan Expo 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memajukan ekonomi lokal berbasis budaya.
Sebuah perayaan kemerdekaan yang tak hanya meriah, tapi juga penuh makna.(mun)
Editor : Ali Mustofa