GROBOGAN – Kasus pembacokan yang menimpa seorang wartawan berinisial MP (38), di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan hingga kini masih menjadi misteri.
Sampai Jumat (22/8) polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku.
Meski begitu, tim penyidik telah memeriksa sedikitnya delapan saksi untuk menelusuri jejak pelaku.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agung Joko Haryono, mengungkapkan saksi yang diperiksa meliputi rekan korban, warga sekitar lokasi kejadian, serta pihak keluarga.
“Penyidik masih mendalami keterangan saksi dan petunjuk hasil olah TKP. Tersangka masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Menurut Agung, penyelidikan menemui kendala karena minimnya saksi di lokasi kejadian yang berlangsung pada dini hari.
Meski demikian, pihaknya memastikan penanganan kasus ini menjadi perhatian serius.
“Semua petunjuk kami telusuri, kami tidak main-main dengan kasus ini,” tambahnya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/8) dini hari.
Saat itu, MP yang hendak pulang dari sebuah kedai menuju rumah orang tuanya dibuntuti dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor.
Sekitar 200 meter dari kedai, korban diserang dengan dua kali sabetan senjata tajam di bagian kepala serta ditendang hingga jatuh tersungkur.
Beruntung korban masih sempat menghubungi kakaknya, Felix Wahyu yang kemudian menemukan korban dalam kondisi lemah di jalan gelap.
Atas bantuan warga, korban segera dilarikan ke IGD RSUD Sultan Fatah untuk mendapatkan perawatan intensif.
Polisi menduga aksi brutal tersebut merupakan upaya pembunuhan karena tidak ada barang milik korban yang diambil pelaku.
Insiden ini mendapat sorotan luas dari berbagai organisasi profesi wartawan, seperti IJTI, Iwakum, dan PWI.
Mereka mendesak aparat kepolisian segera mengungkap motif serta menangkap pelaku penyerangan.
Ketua PWI Grobogan, Dani Agus mengungkapkan jika PWI Grobogan mengecam keras aksi kekerasan terhadap wartawan dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut. (int)
Editor : Ali Mustofa