GROBOGAN – Karnaval Pembangunan Grobogan 2025 resmi dimulai dengan suasana meriah dan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Tahun ini, panitia membuat perubahan signifikan pada jadwal pelaksanaan dengan memajukan waktu keberangkatan menjadi pukul 10.00 WIB.
Kebijakan baru tersebut diambil setelah melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana banyak peserta dengan nomor urut belakang harus tampil hingga larut malam.
Sekretaris Camat Purwodadi, Poerwantoro, menjelaskan bahwa keputusan memajukan waktu start bertujuan memberikan kenyamanan bagi peserta dan penonton.
“Mulai tahun ini start dimajukan pukul 10.00 WIB agar peserta dengan nomor urut besar tidak tampil terlalu malam. Dengan begitu, penonton juga bisa menikmati acara dalam kondisi lebih nyaman,” ujarnya.
Dua Hari Penyelenggaraan
Karnaval Pembangunan tahun ini digelar selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis, 20–21 Agustus 2025.
Lokasi pusat kegiatan tetap berada di sekitar Alun-alun Purwodadi yang sejak pagi sudah dipadati penonton.
Sejak pukul 08.00 WIB, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di area pendapa karena jalur menuju alun-alun ditutup untuk kendaraan umum.
Hari pertama diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar. Total ada 58 sekolah yang ikut serta, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Mereka menempuh rute dari Pendapa Kabupaten Grobogan menuju Pertigaan Gandu, dilanjutkan ke Perempatan Glugu, Perempatan Diskominfo, dan berakhir di Perempatan Kencana.
Sementara itu, pada hari kedua giliran peserta kategori umum yang tampil. Jumlahnya mencapai 49 kontingen dari berbagai instansi, lembaga, dan organisasi masyarakat.
Rute yang ditempuh lebih panjang dibanding hari pertama, yakni dari Pendapa menuju Pertigaan Gandu, melewati Bundaran Ganesha, Bundaran Simpang Lima, hingga garis akhir di Perempatan Kencana.
Aturan Baru untuk Kenyamanan
Selain memajukan jam start, panitia juga memberlakukan sejumlah aturan teknis. Setiap kontingen dibatasi maksimal 100 peserta dan hanya diperbolehkan membawa tiga kendaraan roda empat.
Ketika tampil di depan panggung kehormatan, waktu yang diberikan untuk atraksi maupun penyerahan cinderamata hanya dua menit.
Perhatian khusus juga diberikan pada penggunaan sound system. Bersama tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP, panitia mengawasi agar volume tidak melebihi batas maksimal 70 desibel (dB). Aturan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan penonton serta meminimalisasi kebisingan.
“Jika melebihi 70 dB, panitia akan mengingatkan peserta untuk menurunkan volume. Selain itu, ketika rombongan melintas di depan rumah sakit, mereka wajib mengecilkan suara,” jelas Poerwantoro.
Untuk mendukung kelancaran, aparat keamanan ditempatkan di titik-titik rawan penumpukan penonton, terutama di sekitar alun-alun. Upaya ini diharapkan mampu menghindari kemacetan sekaligus menjaga ketertiban jalannya acara.
Semangat “Mbangun Deso Noto Kutho”
Tema besar karnaval tahun ini adalah “Mbangun Deso Noto Kutho” yang berarti membangun desa sekaligus menata kota.
Tema ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya keseimbangan antara pembangunan wilayah perkotaan dan pedesaan.
Salah satu peserta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, akan menampilkan miniatur landmark Simpang Lima Purwodadi.
Menurut Kepala DLH Grobogan, Mokamat, karya tersebut merepresentasikan semangat warga dalam menjaga tata kota sekaligus mempercantik wajah daerah.
“Landmark Simpang Lima bukan sekadar simbol. Ia mencerminkan semangat masyarakat bahwa kota yang indah hanya bisa terwujud jika desa-desa di sekitarnya juga kuat dan tertata.
Kami juga mengusung konsep revitalisasi Taman Simpang Lima ‘Mabyor’ yang berarti gemerlap, sebagai wujud komitmen menghadirkan ruang hijau yang segar, ramah lingkungan, dan menjadi ikon baru Grobogan,” ungkap Mokamat.
Peserta Beragam, Kreativitas Tak Terbatas
Daftar peserta karnaval tahun ini cukup panjang dan beragam. Pada kategori pelajar, tampil berbagai sekolah negeri maupun swasta di wilayah Purwodadi.
Mulai dari KB Al Akbar, TK Negeri Pembina, SDN 12 Purwodadi, hingga SMPN 1 Purwodadi ikut serta menunjukkan kreativitas siswa-siswinya. Tak ketinggalan sekolah inklusi seperti SLB PGRI Purwodadi yang turut berpartisipasi menambah keberagaman dalam perayaan.
Pada kategori umum, peserta terdiri atas instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta.
Beberapa di antaranya adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Pemuda Pancasila, Baznas Grobogan, hingga sejumlah rumah sakit dan perusahaan swasta.
Bahkan komunitas keagamaan seperti Wanita Katolik RI dan lembaga pendidikan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAIG) pun ambil bagian.
Keikutsertaan peserta dari berbagai latar belakang membuat karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah kebersamaan dan keragaman budaya lokal.
Harapan untuk Masa Depan
Panitia berharap dengan adanya perubahan aturan dan penataan teknis baru, Karnaval Grobogan 2025 bisa lebih tertib, meriah, dan menyenangkan bagi seluruh pihak. Mulai dari peserta, penonton, hingga pihak penyelenggara, semua diharapkan merasakan manfaat positif dari penyelenggaraan yang lebih rapi.
Poerwantoro menegaskan, “Kami ingin semua pihak bisa menikmati karnaval dengan lebih baik. Peserta tidak terlalu malam tampil, penonton juga lebih nyaman. Harapan kami, karnaval tahun ini bisa menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan masyarakat Grobogan.”
Karnaval Grobogan 2025 bukan hanya sekadar parade tahunan, melainkan simbol kekompakan masyarakat untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah.
Dengan tema pembangunan yang mengakar pada desa sekaligus menata kota, acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Grobogan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan menurunkan petugas untuk mengukur tingkat kebisingan karnaval Purwodadi. Hasilnya, suara sound system tercatat mencapai 78 desibel, melebihi ambang batas yang ditentukan.
Pengawasan dilakukan sejak hari pertama karnaval, Rabu (20/8), yang diikuti peserta tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP dan berlanjut pada pelaksanaan hari kedua ini.
Kepala DLH Grobogan, Mokamat, menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pada 14 Agustus 2025 terkait maraknya penggunaan sound system berdaya tinggi atau sound horeg.
“Kami melakukan pengukuran untuk mengetahui secara pasti tingkat kebisingan yang ditimbulkan selama karnaval. Hal ini penting agar masyarakat tetap nyaman dan terjaga kesehatannya,” ujarnya.
Pengukuran dilakukan petugas Laboratorium Lingkungan DLH Grobogan di titik keramaian jalur karnaval, salah satunya depan RSUD dr Soedjati Purwodadi.
Uji kebisingan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sebelum acara dimulai dan saat karnaval berlangsung.
Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata tingkat kebisingan mencapai 78 desibel (dB), melebihi ambang batas yang dipersyaratkan yaitu 70 dB.
"Dengan hasil ini, karnaval dinyatakan melampaui batas standar kebisingan yang diperbolehkan,” kata Mokamat.
Menindaklanjuti temuan itu, DLH Grobogan langsung memberikan imbauan kepada pihak penyelenggara agar menurunkan volume sound system.
"Kami tidak sekadar mengukur, tetapi juga mengingatkan panitia secara langsung di lapangan untuk menurunkan volume jika terbukti melebihi batas. Upaya ini demi kenyamanan masyarakat dan meminimalkan dampak negatif kebisingan,” tegasnya.
Tak hanya di hari pertama, DLH juga kembali menurunkan petugas di hari kedua karnaval ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung sesuai aturan dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.
"Setiap kali ditemukan sound system yang volumenya berlebihan, petugas kami langsung meminta agar segera diturunkan,” tambah Mokamat.
Selama melewati sejumlah rumah sakit seperti RSUD dr Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, RS Islam dan RS Panti Rahayu (Yakkum) peserta karnaval ditekankan untuk dapat mengecilkan volume suara sound system. Harapannya tak mengganggu aktivitas yang ada di rumah sakit.
"Karnaval tahun ini diharapkan tidak hanya meriah oleh dentuman sound horeg, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat yang nyaman ditonton semua kalangan," pungkasnya.
Daftar Peserta Karnaval Grobogan 2025 (20 Agustus 2025) :
1. SMPN 6 Purwodadi
2. KB Al Akbar
3. KB Aisyiyah 1
4. KB IT Al Firdaus
5. TK Primadona Bangsa
6. TK Negeri Pembina
7. TK Fastabiq
8. SDN 12 Purwodadi
9. TK Kartika III-42
10. SLB PGRI Purwodadi
11. SDN 4 Purwodadi
12. LP IT Al Firdaus
13. TK Dharma Wanita I Kuripan
14. SDN 16 Purwodadi
15. TK Dharma Wanita Karanganyar III
16. TK Dharma Wanita Karanganyar II
17. SDIT Fastabiq
18. TK Keluarga Kudus
19. TK Amala 2
20. SDN 1 Purwodadi
21. TK Dharma Wanita Danyang
22. MI Unggulan JK
23. TK Dharma Wanita 3 Kuripan
24. SDN 3 Purwodadi
25. TK Siwi Peni I
26. TK Guppy
27. SDN 10 Purwodadi
28. TK Kristen Purwodadi
29. TK ABA 1 dan SD Bilingual Muhammadiyah 1
30. SD Kristen 1 Purwodadi
31. TK Perumahan Ayodya
32. SDN 1 Danyang
33. TK Kemala Bhayangkari 38
34. SDN 7 Kuripan
35. RA Miftahul Jannah
36. RA Nurul Hidayah
37. SDN 8 Purwodadi
38. SDN 3 Kuripan
39. SDN 2 Cingkrong
40. SDN 2 Purwodadi
41. SDN 1 Kuripan
42. SD Negeri 9 Purwodadi
43. SDN 2 Kuripan
44. MI Darul Quran Ngurangan
45. SDN 11 Purwodadi
46. SDN 4 Kuripan
47. SDN 6 Kuripan
48. MI Miftahul Jannah
49. SDN 6 Purwodadi
50. — (kosong)
51. SDN 2 Danyang
52. — (kosong)
53. SDN 5 Purwodadi
54. SMPN 3 Purwodadi
55. SMPN 1 Purwodadi
56. SMPN 2 Purwodadi
57. SMP Kristen 1 Purwodadi
58. SMP IT Al Firdaus
Berikut daftar lengkap peserta kategori umum beserta nomor urutnya:
1. SMK Negeri 2 Purwodadi
2. SMK Pembangunan Nasional
3. SMK Pancasila Purwodadi
4. Sekretariat Daerah Kab. Grobogan
5. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
6. Dinas Pendidikan
7. Drumband SMA PGRI
8. Dinas Sosial
9. Dinas Pertanian
10. Dinas Peternakan dan Perikanan
10A. Sekretariat DPRD Grobogan
11. Barisan Partai Pemilu
12. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
12A. RSU Trimedika Ketapang
13. Pemuda Pancasila
14. BKPPD Kabupaten Grobogan
15. Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah
16. Dinas Pemuda dan Olahraga
16A. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
17. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
18. BUMD Kabupaten Grobogan
19. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
20. Dinas Komunikasi dan Informatika
21. National Paralympic Committee
22. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
23. Dinas Kesehatan
24. Dinas Lingkungan Hidup
25. Dinas Nakertrans
26. Dinas Ketahanan Pangan Daerah
27. RSUD Dr. R. Soedjati Soemodihardjo
28. Dinas Perhubungan
29. Baznas Kabupaten Grobogan
30. RS Ortopedi Siaga Utama
31. Inspektorat
32. Dinas Koperasi UKM
33. Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAIG)
34. Wanita Katolik RI
35. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
36. Dinas Pemberdayaan Perempuan
37. RS Panti Rahayu “Yakkum”
38. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
39. Toyota Nasmoco Purwodadi
40. Asiafi
41. SMKN 1 Purwodadi
42. YPK Widya Wacana
43. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
44. RS Permata Bunda
45. Kementerian Agama
46. DPMPTSP
47. FIF Group Purwodadi
48. PT Panglima Kamayo Media
Editor : Mahendra Aditya