Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Start Lebih Pagi, Ini Daftar Peserta Karnaval Grobogan 20 Agustus 2025

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:11 WIB
KARNAVAL: Karnaval Pembangunan yang ada di Kota Purwodadi, Grobogan.
KARNAVAL: Karnaval Pembangunan yang ada di Kota Purwodadi, Grobogan.

GROBOGAN – Karnaval Pembangunan Grobogan 2025 resmi dimulai dengan suasana meriah dan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Tahun ini, panitia membuat perubahan signifikan pada jadwal pelaksanaan dengan memajukan waktu keberangkatan menjadi pukul 10.00 WIB.

Kebijakan baru tersebut diambil setelah melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana banyak peserta dengan nomor urut belakang harus tampil hingga larut malam.

Sekretaris Camat Purwodadi, Poerwantoro, menjelaskan bahwa keputusan memajukan waktu start bertujuan memberikan kenyamanan bagi peserta dan penonton.

“Mulai tahun ini start dimajukan pukul 10.00 WIB agar peserta dengan nomor urut besar tidak tampil terlalu malam. Dengan begitu, penonton juga bisa menikmati acara dalam kondisi lebih nyaman,” ujarnya.

Dua Hari Penyelenggaraan

Karnaval Pembangunan tahun ini digelar selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis, 20–21 Agustus 2025.

Lokasi pusat kegiatan tetap berada di sekitar Alun-alun Purwodadi yang sejak pagi sudah dipadati penonton.

Sejak pukul 08.00 WIB, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di area pendapa karena jalur menuju alun-alun ditutup untuk kendaraan umum.

Hari pertama diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar. Total ada 58 sekolah yang ikut serta, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP. Mereka menempuh rute dari Pendapa Kabupaten Grobogan menuju Pertigaan Gandu, dilanjutkan ke Perempatan Glugu, Perempatan Diskominfo, dan berakhir di Perempatan Kencana.

Sementara itu, pada hari kedua giliran peserta kategori umum yang tampil. Jumlahnya mencapai 49 kontingen dari berbagai instansi, lembaga, dan organisasi masyarakat.

Rute yang ditempuh lebih panjang dibanding hari pertama, yakni dari Pendapa menuju Pertigaan Gandu, melewati Bundaran Ganesha, Bundaran Simpang Lima, hingga garis akhir di Perempatan Kencana.

Aturan Baru untuk Kenyamanan

Selain memajukan jam start, panitia juga memberlakukan sejumlah aturan teknis. Setiap kontingen dibatasi maksimal 100 peserta dan hanya diperbolehkan membawa tiga kendaraan roda empat.

Ketika tampil di depan panggung kehormatan, waktu yang diberikan untuk atraksi maupun penyerahan cinderamata hanya dua menit.

Perhatian khusus juga diberikan pada penggunaan sound system. Bersama tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP, panitia mengawasi agar volume tidak melebihi batas maksimal 70 desibel (dB). Aturan ini dibuat untuk menjaga kenyamanan penonton serta meminimalisasi kebisingan.

“Jika melebihi 70 dB, panitia akan mengingatkan peserta untuk menurunkan volume. Selain itu, ketika rombongan melintas di depan rumah sakit, mereka wajib mengecilkan suara,” jelas Poerwantoro.

Untuk mendukung kelancaran, aparat keamanan ditempatkan di titik-titik rawan penumpukan penonton, terutama di sekitar alun-alun. Upaya ini diharapkan mampu menghindari kemacetan sekaligus menjaga ketertiban jalannya acara.

Semangat “Mbangun Deso Noto Kutho”

Tema besar karnaval tahun ini adalah “Mbangun Deso Noto Kutho” yang berarti membangun desa sekaligus menata kota.

Tema ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya keseimbangan antara pembangunan wilayah perkotaan dan pedesaan.

Salah satu peserta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, akan menampilkan miniatur landmark Simpang Lima Purwodadi.

Menurut Kepala DLH Grobogan, Mokamat, karya tersebut merepresentasikan semangat warga dalam menjaga tata kota sekaligus mempercantik wajah daerah.

“Landmark Simpang Lima bukan sekadar simbol. Ia mencerminkan semangat masyarakat bahwa kota yang indah hanya bisa terwujud jika desa-desa di sekitarnya juga kuat dan tertata.

Kami juga mengusung konsep revitalisasi Taman Simpang Lima ‘Mabyor’ yang berarti gemerlap, sebagai wujud komitmen menghadirkan ruang hijau yang segar, ramah lingkungan, dan menjadi ikon baru Grobogan,” ungkap Mokamat.

Peserta Beragam, Kreativitas Tak Terbatas

Daftar peserta karnaval tahun ini cukup panjang dan beragam. Pada kategori pelajar, tampil berbagai sekolah negeri maupun swasta di wilayah Purwodadi.

Mulai dari KB Al Akbar, TK Negeri Pembina, SDN 12 Purwodadi, hingga SMPN 1 Purwodadi ikut serta menunjukkan kreativitas siswa-siswinya. Tak ketinggalan sekolah inklusi seperti SLB PGRI Purwodadi yang turut berpartisipasi menambah keberagaman dalam perayaan.

Pada kategori umum, peserta terdiri atas instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta.

Beberapa di antaranya adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Pemuda Pancasila, Baznas Grobogan, hingga sejumlah rumah sakit dan perusahaan swasta.

Bahkan komunitas keagamaan seperti Wanita Katolik RI dan lembaga pendidikan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAIG) pun ambil bagian.

Keikutsertaan peserta dari berbagai latar belakang membuat karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah kebersamaan dan keragaman budaya lokal.

Harapan untuk Masa Depan

Panitia berharap dengan adanya perubahan aturan dan penataan teknis baru, Karnaval Grobogan 2025 bisa lebih tertib, meriah, dan menyenangkan bagi seluruh pihak. Mulai dari peserta, penonton, hingga pihak penyelenggara, semua diharapkan merasakan manfaat positif dari penyelenggaraan yang lebih rapi.

Poerwantoro menegaskan, “Kami ingin semua pihak bisa menikmati karnaval dengan lebih baik. Peserta tidak terlalu malam tampil, penonton juga lebih nyaman. Harapan kami, karnaval tahun ini bisa menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan masyarakat Grobogan.”

Karnaval Grobogan 2025 bukan hanya sekadar parade tahunan, melainkan simbol kekompakan masyarakat untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah.

Dengan tema pembangunan yang mengakar pada desa sekaligus menata kota, acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Grobogan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan menurunkan petugas untuk mengukur tingkat kebisingan karnaval Purwodadi. Hasilnya, suara sound system tercatat mencapai 78 desibel, melebihi ambang batas yang ditentukan.

Pengawasan dilakukan sejak hari pertama karnaval, Rabu (20/8), yang diikuti peserta tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP dan berlanjut pada pelaksanaan hari kedua ini.

Kepala DLH Grobogan, Mokamat, menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pada 14 Agustus 2025 terkait maraknya penggunaan sound system berdaya tinggi atau sound horeg.

“Kami melakukan pengukuran untuk mengetahui secara pasti tingkat kebisingan yang ditimbulkan selama karnaval. Hal ini penting agar masyarakat tetap nyaman dan terjaga kesehatannya,” ujarnya.

Pengukuran dilakukan petugas Laboratorium Lingkungan DLH Grobogan di titik keramaian jalur karnaval, salah satunya depan RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Uji kebisingan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sebelum acara dimulai dan saat karnaval berlangsung.

Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata tingkat kebisingan mencapai 78 desibel (dB), melebihi ambang batas yang dipersyaratkan yaitu 70 dB.

"Dengan hasil ini, karnaval dinyatakan melampaui batas standar kebisingan yang diperbolehkan,” kata Mokamat.

Menindaklanjuti temuan itu, DLH Grobogan langsung memberikan imbauan kepada pihak penyelenggara agar menurunkan volume sound system.

"Kami tidak sekadar mengukur, tetapi juga mengingatkan panitia secara langsung di lapangan untuk menurunkan volume jika terbukti melebihi batas. Upaya ini demi kenyamanan masyarakat dan meminimalkan dampak negatif kebisingan,” tegasnya.

Tak hanya di hari pertama, DLH juga kembali menurunkan petugas di hari kedua karnaval ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung sesuai aturan dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.

"Setiap kali ditemukan sound system yang volumenya berlebihan, petugas kami langsung meminta agar segera diturunkan,” tambah Mokamat.

Selama melewati sejumlah rumah sakit seperti  RSUD dr Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, RS Islam dan RS Panti Rahayu (Yakkum) peserta karnaval ditekankan untuk dapat mengecilkan volume suara sound system. Harapannya tak mengganggu aktivitas yang ada di rumah sakit.

"Karnaval tahun ini diharapkan tidak hanya meriah oleh dentuman sound horeg, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat yang nyaman ditonton semua kalangan," pungkasnya.

Daftar Peserta Karnaval Grobogan 2025 (20 Agustus 2025) :

1. SMPN 6 Purwodadi

2. KB Al Akbar

3. KB Aisyiyah 1

4. KB IT Al Firdaus

5. TK Primadona Bangsa

6. TK Negeri Pembina

7. TK Fastabiq

8. SDN 12 Purwodadi

9. TK Kartika III-42

10. SLB PGRI Purwodadi

11. SDN 4 Purwodadi

12. LP IT Al Firdaus

13. TK Dharma Wanita I Kuripan

14. SDN 16 Purwodadi

15. TK Dharma Wanita Karanganyar III

16. TK Dharma Wanita Karanganyar II

17. SDIT Fastabiq

18. TK Keluarga Kudus

19. TK Amala 2

20. SDN 1 Purwodadi

21. TK Dharma Wanita Danyang

22. MI Unggulan JK

23. TK Dharma Wanita 3 Kuripan

24. SDN 3 Purwodadi

25. TK Siwi Peni I

26. TK Guppy

27. SDN 10 Purwodadi

28. TK Kristen Purwodadi

29. TK ABA 1 dan SD Bilingual Muhammadiyah 1

30. SD Kristen 1 Purwodadi

31. TK Perumahan Ayodya

32. SDN 1 Danyang

33. TK Kemala Bhayangkari 38

34. SDN 7 Kuripan

35. RA Miftahul Jannah

36. RA Nurul Hidayah

37. SDN 8 Purwodadi

38. SDN 3 Kuripan

39. SDN 2 Cingkrong

40. SDN 2 Purwodadi

41. SDN 1 Kuripan

42. SD Negeri 9 Purwodadi

43. SDN 2 Kuripan

44. MI Darul Quran Ngurangan

45. SDN 11 Purwodadi

46. SDN 4 Kuripan

47. SDN 6 Kuripan

48. MI Miftahul Jannah

49. SDN 6 Purwodadi

50. — (kosong)

51. SDN 2 Danyang

52. — (kosong)

53. SDN 5 Purwodadi

54. SMPN 3 Purwodadi

55. SMPN 1 Purwodadi

56. SMPN 2 Purwodadi

57. SMP Kristen 1 Purwodadi

58. SMP IT Al Firdaus

Berikut daftar lengkap peserta kategori umum beserta nomor urutnya:

1. SMK Negeri 2 Purwodadi

2. SMK Pembangunan Nasional

3. SMK Pancasila Purwodadi

4. Sekretariat Daerah Kab. Grobogan

5. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

6. Dinas Pendidikan

7. Drumband SMA PGRI

8. Dinas Sosial

9. Dinas Pertanian

10. Dinas Peternakan dan Perikanan

10A. Sekretariat DPRD Grobogan

11. Barisan Partai Pemilu

12. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

12A. RSU Trimedika Ketapang

13. Pemuda Pancasila

14. BKPPD Kabupaten Grobogan

15. Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

16. Dinas Pemuda dan Olahraga

16A. Badan Penanggulangan Bencana Daerah

17. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

18. BUMD Kabupaten Grobogan

19. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

20. Dinas Komunikasi dan Informatika

21. National Paralympic Committee

22. Dinas Perindustrian dan Perdagangan

23. Dinas Kesehatan

24. Dinas Lingkungan Hidup

25. Dinas Nakertrans

26. Dinas Ketahanan Pangan Daerah

27. RSUD Dr. R. Soedjati Soemodihardjo

28. Dinas Perhubungan

29. Baznas Kabupaten Grobogan

30. RS Ortopedi Siaga Utama

31. Inspektorat

32. Dinas Koperasi UKM

33. Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAIG)

34. Wanita Katolik RI

35. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

36. Dinas Pemberdayaan Perempuan

37. RS Panti Rahayu “Yakkum”

38. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

39. Toyota Nasmoco Purwodadi

40. Asiafi

41. SMKN 1 Purwodadi

42. YPK Widya Wacana

43. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan

44. RS Permata Bunda

45. Kementerian Agama

46. DPMPTSP

47. FIF Group Purwodadi

48. PT Panglima Kamayo Media

Editor : Mahendra Aditya
#peserta karnaval #Karnaval Grobogan 2025 #purwodadi #Peserta Karnaval Grobogan 2025