GROBOGAN – Ada yang berbeda dalam peringatan upacara HUT RI ke 80 dam peringati detik-detik Proklamasi kemerdekaan, Minggu (17/8).
Petugas kepolisian dari Polres Grobogan dan komunitas ontel tua Grobogan menghentikan para pengguna jalan di perempatan Danyang, Purwodadi, Grobogan untuk mendengarkan detik-detik proklamasi kemerdekaan.
Penghentian seluruh pengguna jalan tersebut, berlangsung sekitar lima menit. Ketika jam menunjukkan pukul 09.55 WIB, petugas dari Polres Grobogan langsung menghentikan semua kendaraan dari empat arah di Perempatan Danyang, Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Sementara warga dari anak-anak sampai orang dewasa bersiap di tepi perempatan dengan membawa bendera merah putih.
Pengguna jalan yang lewat juga mendapatkan bendera gratis dari Satlantas Polres Grobogan. Sementara itu, komunitas sepeda yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti), Komunitas Sepeda Onthel Batas Kota, Komunitas Gowes Balung Tua memanfaatkan hal tersebut untuk menggelar upacara bendera peringatan detik-detik Proklamasi.
Saat semua pengendara mulai berhenti, sejumlah anggota sepeda mulai mempersiapkan diri. Mereka menampilkan seni budaya dan ada delapan orang memakai foto presiden RI dari presiden pertama sampai presiden ke 8 RI.
Ketua Kosti Sugiyono membawa bendera diiringi anggota komunitas sepeda lainnya. Langsung berdiri di tengah, sedang anggota lainnya membentuk lingkaran. Setelah diperdengarkan suara Presiden RI Pertama Ir Soekarno membacakan teks Proklamasi 17 Agustus 1945, dilanjutkan dengan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi dengan penghormatan bendera sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Seluruh warga bahkan anak-anak yang memegang bendera Merah Putih , anggota komunitas dan anggota Satlantas dan beberapa pengendara langsung hormat kepada bendera yang berkibar di tengah perempatan Danyang.
Menurut Ketua Kosti Korwil Grobogan, Sugiyono menjelaskan kegiatan memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI sekaligus wujud kecintaan dan kepedulian semua atas tercapainya Kemerdekaan Indonesia yang sudah memasuki usia 80 tahun.
”Kami dari komunitas ontle menggelar aksi upacara penghormatan sang Saka Merah Putih ke 80. Kami ambil seni budaya. Angka delapan tidak ada henti berharap agar kesejahteraan warga Indonesia meningkat,” kata Sugiyono disambut teriakan Merdeka, Merdeka, Merdeka.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, petugas, anggota komunitas dan warga kemudian membubarkan diri. Sementara anggota Polres Grobogan langsung mengatur lalu lintas sehingga lancar kembali.
Peringatan ke 80 HUT RI dipimpin langsung presiden ke 8. Adanya peringatan di perempatan Danyang untuk memberikan pembelajaran menolak lupa. Waktu merebutkan kemerdekaan dilakukan sedemikian rupa. Yakni dengan mengajak anak-anak mengetahui kemerdekaan Indonesia.
Sementara kanit Gakkum Polres Grobogan Iptu Arie Eko mengatakan, peringatan upacara HUT RI ke 80 untuk meningkatkan kecintaan nasionalisme pada NKRI kepada penggunaan jalan. Acara digelar di perempatan jalan Danyang atau Jalan Purwodadi Solo dengan melakukan rekayasa lalu lintas.
”Kami mengajak warga masyarakat untuk kecintaan pada NKRI ke 80 dan melakukan heningkan cipta untuk saat berhenti perempatan disaat detik detik proklamasi. Tujuanya untuk meningkatkan nasionalisme dan cinta tanah aria, " Kata dia. (mun)
Editor : Mahendra Aditya