GROBOGAN – Sebanyak 22 Satuan Penyelenggara Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, belum seluruhnya berjalan.
Hingga Jumat (8/8), baru empat SPPG yang tercatat telah beroperasional, sementara 18 lainnya masih menunggu giliran untuk memulai layanan.
Kepala SPPG di Kelurahan Grobogan, Dyon Novan Prawira, menyampaikan bahwa sebagian besar dapur umum tersebut sejatinya telah siap secara teknis dan sudah melalui proses verifikasi.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai jadwal resmi operasional bagi belasan dapur umum tersebut.
“Banyak yang sudah terverifikasi, tinggal operasional. Tetapi jadwal pastinya kami belum tahu,” ujar Dyon saat dikonfirmasi.
Empat SPPG yang sudah lebih dulu menjalankan aktivitas layanan berada di wilayah Kecamatan Grobogan dan Purwodadi.
Keempatnya masing-masing dikelola oleh Yayasan Asra Bakti Maritim, Yayasan Insan Membangun, PAUD KB Cahaya, serta Yayasan Hidayatul.
Sementara itu, 18 dapur umum lainnya tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Godong, Wirosari, Grobogan, Purwodadi, Tegowanu, Tawangharjo, Klambu, Brati, dan Geyer.
Keberadaan SPPG tersebut dikelola oleh berbagai lembaga swasta maupun yayasan sosial kemasyarakatan.
Di antaranya adalah tiga SPPG yang dikelola oleh Yayasan Alfi Rahma Fadila, tiga SPPG di bawah naungan Yayasan Nakama Sejahtera Indonesia, dan tiga lainnya milik Yayasan Assalam yang berada di wilayah Ngancar Kenteng.
Selain itu, sejumlah yayasan lainnya yang tercatat mengelola satu hingga dua dapur umum meliputi Yayasan Bakti Indonesia, Yayasan Alam Murni Sejati, Yayasan Bumi Intan Pari, Yayasan Panji Merah Putih 07, Yayasan Suka Anak Bangsa, Yayasan Iftihatul Hidayati Al Muchsinin, serta Yayasan Bakhisun Nganil Barokah.
Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui dinas terkait menyatakan terus memantau perkembangan pelaksanaan program MBG ini.
Upaya koordinasi dengan pengelola yayasan maupun pihak-pihak pendukung lainnya terus dilakukan agar proses aktivasi seluruh dapur umum berjalan lancar.
"Harapannya, seluruh SPPG bisa segera beroperasi agar manfaat program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata oleh para siswa di seluruh wilayah kabupaten," imbuhnya.
Dengan operasional penuh seluruh dapur umum tersebut, ribuan anak sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK, akan menerima manfaat gizi yang lebih baik.
"Saat ini, sebanyak 12.003 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Grobogan tercatat menjadi sasaran dalam program pendidikan yang sedang berjalan," imbuhnya.
Di antaranya jenjang Sekolah Dasar (SD) mendominasi jumlah sasaran dengan total 1.323 siswa, disusul jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 828 siswa.
Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut menyumbang 525 sasaran, sementara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat sebanyak 276 siswa.
Sementara itu, Madrasah Aliyah (MA) mencatatkan jumlah sasaran paling sedikit yakni 60 siswa.
Adanya pendirian dapur umum MBG, sejalan dengan semangat pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah melalui intervensi gizi langsung yang terstruktur. (int)
Editor : Mahendra Aditya