GROBOGAN- Bukan cuma seru-seruan biasa, Lomba Tujuhbelasan ala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan tahun ini sukses menarik perhatian.
Salah satunya lewat permainan bola raksasa yang dimainkan di Lapangan Ir. Soekarno, pada Senin (4/8), membuat suasana pecah.
Salah satu yang paling menyita perhatian ada Angen-Angen Morotuo. Permainan anti-mainstream ini menggunakan balon raksasa yang jadi rebutan untuk dimainkan dan ditonton.
Permainan ini sekilas mirip voli, tapi alih-alih bola biasa, peserta harus mengendalikan balon karet berdiameter dua meter.
Tantangannya, balon harus tetap di udara dan nggak boleh keluar lapangan. Masalahnya, selain ukurannya besar, angin juga ikut-ikutan bikin repot. Tapi justru di situlah serunya.
“Ini kali pertama kita main Angen-Angen Morotuo. Bolanya kita pompa pakai kompresor, gede banget! Filosofinya lucu tapi dalam,” ungkap Ketua Panitia yang sekaligus Sekretaris DLh Grobogan, Rahmat Taufiq.
Menurut Taufiq, permainan ini bukan sekadar adu fisik. “Balon besar itu ibarat harapan orang tua.
Kita harus jaga bareng-bareng supaya nggak jatuh. Filosofinya, ya kayak perjuangan cowok yang mau melamar pacarnya. Berjuang dapetin restu mertua. Berat, tapi bisa kalau kompak,” katanya.
Diketahui, lomba tersebut melibatkan semua karyawan dari lima bidang dan tiga UPTD.
Selain Angen-Angen Morotuo, ada juga permainan Bandung Bondowoso, Angon Meri, Rasan-Rasan Ojo Dileboke Ati, dan Nggagap-Gagap Barang Empuk. Semuanya mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong.
Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00. Selama lomba, sorak-sorai penonton menggema tanpa henti. Walau panas matahari menyengat, semangat peserta nggak luntur.
Semua saling bahu-membahu jaga balon tetap mengambang. Sampai akhirnya, tiga tim terbaik keluar sebagai juara.
Taufiq menambahkan, persiapan lomba sudah dilakukan sepekan sebelumnya. Harapannya, selain bikin seru-seruan bareng, kegiatan ini juga bisa makin merekatkan kebersamaan antarpegawai DLH.
“Intinya, kita ingin suasana kerja makin guyub. Nggak cuma urusan sampah dan lingkungan, tapi juga bikin kantor jadi rumah kedua yang menyenangkan,” tutupnya. (int)
Editor : Mahendra Aditya