GROBOGAN – Kabupaten Grobogan menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi yang signifikan melalui lonjakan minat investasi di kawasan peruntukan industri (KPI) di Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo.
Tahun ini rencana investasi di wilayah tersebut ditarget tembus Rp 6,3 Triliun.
Hal itu diungkapkan, Sekretaris DPMPTSP Grobogan Abdul Munib Susanto.
Sepanjang tahun 2025, wilayah ini menjadi incaran sejumlah perusahaan besar yang siap menanamkan modal triliunan rupiah untuk mendirikan pabrik dan fasilitas produksi.
Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Grobogan mencatat, total rencana investasi yang masuk di KPI mencapai Rp 6.347.920.874.839.
"Angka ini mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri di Grobogan, serta kesiapan infrastruktur yang ditawarkan pemerintah kabupaten," ujarnya.
Diungkapkan, tiga perusahaan yang sudah masuk dalam daftar investasi strategis tersebut adalah anak perusahaan Polygroup asal Tiongkok.
Yakni, PT Harmoni Cahaya Indonesia, PT Nortex Berkat Indonesia, dan PT Viridi Group Manufaktur.
Ketiganya bergerak di sektor industri kemasan kotak karton, plastik, mainan anak-anak, serta peralatan penerangan.
Untuk PT Harmoni Cahaya Indonesia dan PT Nortex Berkat Indonesia. Bahkan telah merealisasikan investasinya sejak awal tahun ini.
"Hingga triwulan pertama 2025, realisasi investasi dari dua perusahaan tersebut sudah mencapai Rp 154,9 miliar. PT Harmoni merealisasikan dana sebesar Rp 42,57 miliar, sedangkan PT Nortex mencatat realisasi Rp 112,32 miliar," ungkapnya.
Sementara itu, PT Viridi Group Manufaktur saat ini masih dalam proses awal pelaksanaan investasinya.
Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur barang plastik tersebut direncanakan menanam investasi sebesar Rp 117 miliar.
Menurutnya, tren ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan fasilitas pendukung agar iklim investasi semakin kondusif.
Selain itu, target jangka menengah yang dicanangkan melalui rencana strategis (renstra) pembangunan daerah pun cukup ambisius, yakni sebesar Rp 2,4 triliun target investasi di tahun ini.
Bahkan, ditargetkan naik mencapai 200 persen dibanding tahun lalu.
Angka ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor yang akan memperkuat struktur industri lokal dan membuka lapangan kerja baru.
"Untuk di Kabupaten Grobogan saat ini memiliki 11 titik kawasan peruntukan industri. Salah satunya di KPI Sugihmanik ini. Letaknya yang strategis, ditunjang infrastruktur transportasi dan lahan yang luas, membuat kawasan ini kian menarik di mata investor. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri yang mencari lokasi produksi dengan efisiensi biaya dan ketersediaan tenaga kerja," imbuhnya.
Abdul Munib menambahkan, selain membidik investasi besar, pihaknya juga membuka peluang untuk kemitraan industri kecil-menengah sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga ke pelaku usaha lokal.
Jika seluruh rencana investasi terealisasi sesuai target, Grobogan berpeluang menjadi pusat manufaktur baru yang kuat, mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas. (int)
Editor : Ali Mustofa