Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Desa Penadaran Tampil di Ajang Gelar Desa Wisata Jateng 2025, Angkat Wisata Religi, Budaya hingga Alam

Intan Maylani • Rabu, 30 Juli 2025 | 21:07 WIB
TRADISI: Ngunduh Banyu Udan yang rutin dilakukan Desa Penadaran Kecamatan Gubug setahun sekali.
TRADISI: Ngunduh Banyu Udan yang rutin dilakukan Desa Penadaran Kecamatan Gubug setahun sekali.

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan kembali mengirimkan wakilnya dalam ajang prestisius Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025.

Kali ini, giliran Desa Penadaran di Kecamatan Gubug yang dipercaya mewakili daerah dengan potensi wisata unggulannya yang kaya dan beragam.

Acara yang mengusung tema “Harmoni Desa Wisata: Merajut Langkah Menjemput Asa Berdaya Bersama” ini diikuti oleh 29 desa dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Gelaran ini menjadi panggung promosi wisata berbasis potensi lokal melalui sajian video kreatif dan dokumentasi kegiatan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan, Siswo Hadi Wijoyo, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung mulai 5 Juni hingga 4 September 2025.

 “Pada tahap awal, peserta wajib mengunggah video promosi desa dan mengirimkan berkas administrasi antara 23 Juni hingga 15 Juli. Penilaian dilakukan pada 21–26 Juli, sementara verifikasi lapangan dijadwalkan selama bulan Agustus,” jelasnya.

Puncaknya, pengumuman desa terbaik akan digelar pada 11 September 2025 di Kabupaten Banjarnegara.

Menurut Siswo, pemilihan Desa Penadaran didasarkan pada berbagai aspek kesiapan. “Penadaran dinilai unggul dari sisi kreativitas, pemasaran digital, serta kelengkapan paket wisata. Di sana sudah ada wisata religi, kuliner, alam, budaya hingga homestay. Ini nilai plus yang jarang dimiliki desa lain,” ujarnya.

RELIGI: Aadanya bangunan stasi salib yang didesain dengan arsitektur unik yang menyerupai gunungan wayang sebelum sampai di Gua Maria Sendang Jati Desa Penadaran Kecamatan Gubug.
RELIGI: Aadanya bangunan stasi salib yang didesain dengan arsitektur unik yang menyerupai gunungan wayang sebelum sampai di Gua Maria Sendang Jati Desa Penadaran Kecamatan Gubug.

Sementara itu, Kepala Desa Penadaran, Sholehatu Ridlo, menuturkan bahwa desanya telah merancang paket wisata terpadu untuk menyambut pengunjung.

Sedikitnya terdapat 15 unit homestay milik warga yang telah disiapkan.

Tak hanya itu, desa ini juga mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal seperti musik tradisional gamelan, pertunjukan jaran eblek, serta pesona alam berupa bukit, Gua Maria, dan Sendang Sumber.

Yang tak kalah menarik, Penadaran juga melestarikan tradisi unik Ngunduh Banyu Udan, sebuah ritual budaya yang hanya dilakukan sekali dalam setahun.

“Melalui pengembangan wisata ini, kami ingin mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi warga. Fokus kami bukan pada peningkatan PADes semata, tapi bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan ikut merasa memiliki pengembangan desa wisata ini,” ungkap Sholihatur.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Desa Penadaran kini bersiap menunjukkan jati dirinya di panggung desa wisata Jawa Tengah, membuktikan bahwa desa pun bisa tampil membanggakan dengan potensi dan kearifan lokalnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan banjir #desa wisata