GROBOGAN – Antusiasme warga Grobogan terhadap program pangan murah terlihat jelas saat acara Car Free Day (CFD) di Jalan R Soeprapto, Purwodadi, Minggu pagi (20/7).
Dalam waktu hanya satu jam, 400 sak beras murah seberat total dua ton langsung ludes diborong masyarakat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Satgas Pangan Polri dan Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) Grobogan sebagai langkah konkret untuk mengendalikan harga dan menekan laju inflasi bahan pangan, khususnya beras.
"Beras dijual seharga Rp11.000 per lima kilogram atau Rp55.000 per paket. Dalam waktu pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, semua beras langsung habis terjual," ujar Kepala DKPD Grobogan, Suwarno.
Tingginya antusiasme warga membeli beras murah bukan tanpa sebab.
Berdasarkan pantauan DKPD dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, harga beras di pasaran mengalami lonjakan cukup tajam.
Harga beras medium kini berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram, sementara beras premium dijual antara Rp14.500 hingga Rp14.900 per kilogram.
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga gabah di tingkat petani.
”Gabah kering panen (GKP) mencapai Rp7.200 per kilogram, sedangkan gabah kering giling (GKG) di penggilingan tembus Rp9.000 per kilogram. Keduanya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," jelas Suwarno.
Sebagai respons cepat atas kenaikan harga tersebut, Pemkab Grobogan akan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat pada pekan ketiga Juli 2025.
"Beras SPHP akan disalurkan sebanyak 20 kilogram per keluarga, untuk membantu masyarakat menjaga daya beli dan akses pangan," tambahnya.
Meskipun harga beras naik, Suwarno memastikan bahwa ketersediaan cadangan pangan daerah masih aman.
Dari alokasi tahun 2025 sebesar 177,8 ton gabah (setara 112,014 ton beras), saat ini tersedia sekitar 75 ton cadangan yang siap digunakan dalam kondisi darurat.
Ia juga menyampaikan bahwa serapan gabah di Grobogan sudah mencapai satu juta ton hingga pertengahan tahun ini.
Dengan angka tersebut, Pemkab siap sewaktu-waktu melakukan distribusi jika situasi memerlukan.
"Program SPHP dan pasar murah ini akan terus kami galakkan untuk menjamin keterjangkauan bahan pokok, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tandasnya.
Salah satu pembeli beras murah Suminto warga Desa Cinkrong, Kecamatan Purwodadi mengaku senang penjualan beras dari DKPD Grobogan dengan harga Rp 55 ribu satu paket dapat lima kilogram.
Harga tersebut selisih lebih murah dari harga dipasaran sekitar Rp 3 ribu.
"Harga ini murah di pasar Rp 14 ribu disini Rp 11 ribu perkilogram. Ini sangat membantu warga kurang mampu," ujarnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa