GROBOGAN – Kabupaten Grobogan tengah bersiap mengikuti Local Service Improvement Project (LSDP), sebuah ajang kompetisi antar daerah dalam penguatan layanan publik yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan, Candra Yulia Pasha mengatakan dalam program yang dijuluki sebagai beauty contest ini, Grobogan akan bersaing dengan 65 kabupaten/kota se-Indonesia, untuk memperebutkan hibah berbasis kinerja dalam pengelolaan sampah (Solid Waste Management).
Nantinya, hanya 30 kabupaten/kota yang akan dipilih untuk menerima hibah LSDP.
“Dalam sosialisasi beberapa waktu lalu, ditampilkan bahwa Kabupaten Grobogan menjadi salah satu calon daerah penerima hibah LSDP,” ujar Candra.
Hibah tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pengelolaan sampah di Grobogan, termasuk penyempurnaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngembak, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), TPS 3R, serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Candra menyebut, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar Grobogan bisa lolos sebagai penerima hibah.
Beberapa dokumen penting yang wajib disiapkan meliputi surat komitmen dari pemerintah daerah, ketersediaan lahan, dokumen feasibility study, readiness criteria, detail engineering design (DED), serta dokumen lingkungan. Tenggat pengumpulan dokumen dijadwalkan pada September 2025.
“Kami optimistis bisa memenuhi seluruh persyaratan tersebut. Apalagi, Bupati Grobogan sangat mendukung penuh realisasi program LSDP ini,” tambahnya.
Diketahui, program ini akan didanai melalui skema hibah on granting dari Bank Dunia yang disalurkan melalui Kemendagri dan Bappenas. Dengan skema Performance-Based Grants (PBG), penyaluran dana dilakukan berdasarkan kinerja dan capaian daerah.
“Kami ingin program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi. Pengelolaan sampah bisa menjadi pintu masuk bagi ekonomi sirkular yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan,” pungkas Candra. (int)
Editor : Mahendra Aditya