GROBOGAN – Kemeriahan budaya dan nuansa sakral terasa kental di Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, saat Pondok Pesantren Ki Ageng Mbodo Darul Falah menggelar acara Kirab Pusaka dan Jamasan Suwuk Nusantara.
Rangkaian kegiatan tradisi ini berlangsung khidmat namun penuh semangat, dalam balutan kearifan lokal dan nilai-nilai spiritualitas yang tinggi.
Acara yang dipimpin langsung oleh KH Gufron, Pengasuh Ponpes Darul Falah Ki Ageng Mbodo ini, diawali dengan kirab pusaka dan Gunungan Sejodoh, simbol kemakmuran dan persatuan.
Ratusan warga, santri, serta tokoh adat ikut menyertai iring-iringan yang berjalan menuju Punden Sumur Brumbung, lokasi sakral untuk mengambil air suci jamasan.
”Tradisi ini sudah turun-temurun dilakukan. Kirab dan jamasan pusaka bukan sekadar budaya, tapi juga spiritualitas. Air dari Sumur Brumbung dipercaya membawa keberkahan,” ujar KH Gufron.
Setelah pengambilan air suci, kirab dilanjutkan dengan "mubeng deso" atau mengelilingi desa, sebagai bentuk simbolik penjagaan desa dari marabahaya.
Prosesi kemudian berakhir di Taman Suwuk Nusantara, tempat berlangsungnya acara inti jamasan pusaka dan ritual budaya lainnya.
Gunungan sejodoh yang turut dikirab menjadi pusat perhatian warga. Saat tiba waktunya untuk diperebutkan, suasana menjadi riuh penuh semangat.
Gunungan yang berisi hasil bumi dan jajanan tradisional itu dipercaya membawa berkah bagi siapa pun yang mendapatkannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pentas seni rakyat yang menampilkan pertunjukan khas pesantren dan budaya Jawa.
Mulai dari punokawan santri, yang memadukan dakwah dan humor, hingga atraksi Pencak Silat Pagar Nusa, Barongan, serta Cakilan, menjadikan malam semakin meriah dan penuh nilai edukatif.
Warga menyambut positif kegiatan ini, yang selain melestarikan budaya leluhur juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial masyarakat.
”Ini bukan hanya hiburan, tapi bentuk nyata bagaimana pesantren menjadi pusat peradaban dan penjaga tradisi,” ungkap salah satu warga, Suparno, dengan antusias. (Sirojul Munir)
Editor : Mahendra Aditya