Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Targetkan Pendirian 80 Dapur MBG di Kabupaten Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 20 Juni 2025 | 21:59 WIB
SOSIALISASI: Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat menghadiri BGN di Gedung PGRI Grobogan.
SOSIALISASI: Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat menghadiri BGN di Gedung PGRI Grobogan.

GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat melalui pendirian dapur gizi di daerah.

Di Kabupaten Grobogan, sebanyak 80 dapur dalam program Sentra Pangan dan Permakanan Gizi (SPPG) ditargetkan akan dibangun untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

“Target Nasional mencapai 3.000 dapur SPPG. Jika bisa berjalan, maka Komisi IX akan mendorong pembentukan Undang-Undang Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Edy Wuryanto dalam kunjungannya ke Grobogan pada Jumat (20/6) di Gedung PGRI Grobogan.

Menurutnya, BGN nantinya akan menjadi lembaga yang fokus pada penguatan kebijakan dan pelaksanaan program pemenuhan gizi di seluruh Indonesia.

Yaitu sebagai bagian dari agenda besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dicanangkan Presiden.

Diketahui, program SPPG menyasar penerima manfaat dari berbagai kelompok rentan, seperti bayi baru lahir, balita, anak usia sekolah, ibu hamil, ibu melahirkan dan menyusui, hingga lansia.

Pihaknya juga bekerja sama dengan pengurus Muhammadiyah se-Kabupaten Grobogan untuk mempercepat pendirian dapur SPPG ini, dengan target minimal empat dapur dari Muhammadiyah.

"Tadi ditegaskan lagi bahwa mereka akan mendirikan minimal empat dapur. Bahkan, bisa sampai delapan SPPG yang akan dibangun," ujarnya.

Kerjasama tersebut dimaksud, lantaran lembaga pendidikan seperti sekolah Muhammadiyah juga menjadi penerima manfaat melalui dukungan pemenuhan gizi bagi siswa dan guru mereka.

Edy berharap, dengan dukungan dari Muhammadiyah, program ini dapat berkembang lebih luas di Grobogan.

Diungkapkan, saat ini, dua unit dapur sudah berdiri dan delapan unit lainnya masih dalam antrean.

Harapannya target pendirian 80 dapur SPPG tersebut dapat terwujud, sehingga ke depan akan ada nilai perputaran uang untuk bahan pangan bergizi di Grobogan bisa mencapai Rp 576 miliar per tahun.

“Uang sebesar itu langsung masuk ke pasar lokal untuk membeli telur, ikan, daging, sayur, dan kebutuhan pangan lainnya. Ini investasi gizi yang nyata bagi masa depan bangsa,” tegas Edy. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #BGN #Mbg #masyarakat #edy wuryanto #dapur SPPG #lembaga pendidikan