GROBOGAN – Suasana kawasan wisata budaya Candi Joglo Semar, Purwodadi, tampak lebih semarak.
Di tempat inilah Seleksi Pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025 resmi dimulai.
Sebanyak 30 pasangan muda-mudi dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Grobogan ambil bagian dalam proses seleksi awal yang meliputi tes tertulis dan wawancara.
Pemilihan Mas dan Mbak Grobogan bukan hanya soal penampilan. Hal itu ditekankan oleh Ketua Panitia, Nabila Nur Aini.
Ia menyebut ajang ini sebagai ruang pengembangan diri yang mendorong generasi muda tampil tidak hanya memesona, tapi juga cerdas, berwawasan, dan memahami potensi daerahnya.
Menurut Nabila, yang juga Duta Wisata Grobogan 2024, ajang ini dirancang untuk menjaring sosok representatif dari Grobogan yang mampu berbicara di panggung nasional.
Karena itu, seleksi dilakukan menyeluruh dan objektif, memastikan peserta terpilih tidak hanya berasal dari pusat kota, melainkan tersebar dari utara, selatan, hingga pelosok desa.
"Panitia sengaja memilih Candi Joglo sebagai lokasi seleksi karena nuansa tradisional dan nilai historisnya dianggap sejalan dengan semangat pelestarian budaya. Maka penting bagi para finalis untuk sejak awal merasakan atmosfer budaya lokal, agar ketika mereka terpilih menjadi Mas dan Mbak Grobogan, mereka mampu menjadi representasi otentik dari daerahnya," jelas Nabila.
Seleksi ini menjadi tahap awal dari rangkaian panjang menuju Grand Final.
Setelah ini, peserta yang lolos akan menjalani berbagai kegiatan, termasuk pembekalan, karantina, dan city tour, sebelum tampil dalam malam puncak pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2025.
Selama proses tersebut, mereka akan dibekali keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), pemahaman pariwisata, serta nilai-nilai etika dan kepemimpinan.
Dengan semangat pelibatan budaya dan keterbukaan seleksi, Pemilihan Mas Mbak Grobogan 2025 tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan.
Ia menjelma menjadi panggung regenerasi duta wisata muda yang tak hanya tampil percaya diri, tapi juga mampu membawa wajah Grobogan lebih dikenal luas. (int)
Editor : Ali Mustofa