GROBOGAN – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terasa kental di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi saat perayaan Hari Raya Idul Adha, Jumat (6/6).
Sebanyak tujuh ekor hewan kurban—terdiri dari enam kambing dan satu sapi—dipotong dan dibagikan kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai wujud perayaan dan rasa syukur.
Perayaan diawali dengan pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah di lapangan dalam kompleks lapas.
Sebanyak 219 WBP laki-laki dan 14 WBP perempuan mengikuti salat yang dipimpin oleh Tasripan, penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Grobogan.
Dalam khutbahnya, Tasripan menyampaikan pesan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi yang menjadi esensi dari Idul Adha.
Baca Juga: Digelontor Rp 9,6 Miliar, Baru Entaskan 2,7 Hektare Kawasan Kumuh di Grobogan
Tujuh Hewan Kurban, Bentuk Dukungan Banyak Pihak
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menerima tujuh ekor hewan kurban yang berasal dari berbagai pihak eksternal.
"Hewan kurban berasal dari Kejaksaan, pihak ketiga penyedia bahan makanan (Bama), Bupati Grobogan yang memberikan dua ekor kambing, Kementerian Agama, serta satu ekor sapi dari Polres Grobogan," jelas Erik.
Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan sinergi positif antara lembaga pemasyarakatan dan instansi eksternal dalam mendukung pembinaan dan kesejahteraan warga binaan.
Daging Dimasak, Dinikmati Bersama
Berbeda dari tradisi pembagian daging mentah, di Lapas Purwodadi daging kurban diolah terlebih dahulu menjadi masakan matang oleh petugas dapur, dibantu WBP perempuan.
Hal ini dilakukan agar daging dapat langsung disantap bersama-sama dalam suasana kebersamaan.
"Selain untuk konsumsi warga binaan, sebagian daging kurban juga dibagikan kepada perwakilan keluarga warga binaan yang hadir," tambah Erik.
Momentum Pembinaan dan Kebersamaan
Selain menjadi bagian dari pelaksanaan syariat Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
Momen keagamaan seperti Idul Adha dijadikan wadah untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, solidaritas, dan kemanusiaan dalam proses pembinaan.
Perayaan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, petugas lapas, dan Kalapas sendiri.
Dengan penuh semangat, mereka ikut berbaur dalam rangkaian kegiatan, mulai dari salat hingga penyembelihan dan distribusi daging. (Sirojul Munir)
Editor : Mahendra Aditya