GROBOGAN- Jelang Iduladha, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan telah mengerahkan 42 petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dimulai sejak Senin (2/6) hingga hari pelaksanaan kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran, drh Andreas Iwan Suseno, mengatakan pihaknya terbuka untuk menerima laporan masyarakat terkait penjualan hewan kurban agar bisa segera dilakukan pemeriksaan.
“Sejak Senin kemarin, tim pemeriksa hewan kurban sudah turun ke lapangan, berkeliling ke lapak penjual maupun kandang.
Jika ada informasi kandang atau lapak yang menjual hewan kurban, silakan hubungi kami. Tim kami akan segera melakukan pemeriksaan sesuai syarat hewan kurban,” jelas Andreas.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan hewan dilakukan dalam dua tahap, yaitu antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan pada H-1 Iduladha di lokasi pemotongan seperti masjid-masjid yang telah berkoordinasi dengan Dinas.
Sebelumnya, para takmir masjid telah mengikuti sosialisasi penyembelihan hewan kurban sesuai prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada 28 Mei lalu.
Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Pihaknya mengimbau penjual hewan kurban untuk menghubungi petugas agar ternaknya diperiksa dan diberi tanda berupa kalung layak potong.
Pembeli juga diharapkan memilih hewan dari peternak terpercaya dan yang telah diperiksa oleh tim.
"Kami imbau penjual agar aktif memanggil petugas untuk memeriksa ternaknya. Hewan yang layak akan diberi tanda. Pembeli juga sebaiknya memilih hewan yang sudah diperiksa,” tambahnya.
Sebagian besar hewan kurban tahun ini berasal dari wilayah Kabupaten Grobogan. Untuk hewan dari luar daerah, petugas akan memastikan kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal sebagai bukti kondisi kesehatan hewan.
Sementara itu, salah satu lokasi yang telah dikunjungi petugas adalah Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, di mana dilakukan pemeriksaan terhadap 16 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, 5 ekor teridentifikasi sudah poel gigi, menandakan hewan tersebut cukup umur untuk dijadikan kurban.
“Sisanya sudah di-booking untuk tahun depan, menunggu cukup umur,” terang drh Lina, salah satu petugas di lapangan.
Di lokasi lain, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang dijual di pinggir jalan sepanjang Jalan Purwodadi-Solo, tepatnya di Kelurahan Danyang Kecamatan Purwodadi.
Di sana tidak ditemukan hewan dengan penyakit menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD). Namun, semoat ditemukan dua ekor sapi yang sebelumnya sempat terjangkit LSD, namun kini telah dinyatakan sembuh.
"Masih di wilayah tersebut, kami memeriksa 8 ekor sapi yang terdiri dari 1 ekor betina dan 7 ekor jantan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 1 ekor sudah poel, sementara 2 ekor lainnya hampir poel," paparnya.
Pemeriksaan ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan keamanan dan kelayakan hewan kurban serta menjaga kesehatan masyarakat. Dinas mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi petugas jika membutuhkan informasi lebih lanjut atau rekomendasi seputar hewan kurban. (int)
Editor : Mahendra Aditya