PURWODADI, Radar Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan berencana membangun ulang tiga trotoar di pusat Kota Purwodadi menggunakan dana pinjaman infrastruktur senilai Rp 200 miliar yang diajukan kepada pihak ketiga.
Proyek ini masuk dalam program strategis “Mbangun Deso Noto Kutho” yang menyasar penataan kawasan kota dan penanggulangan banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan, Een Indarto, menyampaikan bahwa dana tersebut akan dibagi dalam dua skema besar.
Baca Juga: Pemkab Grobogan Benahi Sistem Absensi ASN Setelah Ungkap Manipulasi Presensi
Sekitar Rp 150 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan, sedangkan Rp 50 miliar digunakan khusus untuk penataan Kota Purwodadi dan pengendalian banjir.
“Salah satu prioritas penataan kota adalah pembangunan ulang trotoar yang rusak. Dari hasil survei kami, ada tiga ruas yang akan ditangani, yakni Jalan S Parman, Jalan Siswomiharjo, dan Jalan Tendean,” ujar Een.
Ia menambahkan, revitalisasi trotoar akan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur saluran air di bawahnya.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi genangan atau kerusakan pada trotoar di kemudian hari akibat sistem drainase yang buruk.
“Kami tidak ingin membangun trotoar di atas saluran air yang mampet. Maka dari itu, pembangunan saluran air menjadi bagian penting dari proyek ini,” katanya.
Salah satu langkah konkret adalah membangun sistem drainase terpadu yang menghubungkan aliran dari sekitar Alun-alun Purwodadi menuju Kali Sadon di sebelah barat Pasar Induk.
Baca Juga: Jalan Penghubung Semarang-Grobogan Ambles, Satlantas Grobogan Alihkan Arus Lalu Lintas
Saluran ini akan diteruskan dari perempatan Kencana hingga ke Kali Sadon untuk mendukung sistem pembuangan air saat musim hujan.
Een menjelaskan bahwa dalam kondisi darurat, seperti luapan Sungai Lusi, akan diterapkan sistem pengendalian banjir dengan menutup saluran air menuju Kota Purwodadi. Dengan begitu, aliran dari sungai bisa dialihkan ke saluran yang lebih aman.
“Jika rekayasa saluran air ini berhasil, kami optimistis persoalan banjir di Kota Purwodadi bisa teratasi,” tandasnya.
Rencana pembangunan ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2026, bersamaan dengan cairnya dana pinjaman yang saat ini masih dalam tahap pengajuan. (Sirojul Munir)
Editor : Mahendra Aditya