Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wagub Jateng Taj Yasin Sambangi Banjir Tegowanu, Minta BBWS Lakukan Normalisasi Sungai

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 21 Mei 2025 | 22:08 WIB
BANJIR: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat mendatangi lokasi banjir Desa Tanggirejo Kecamatan Tegowanu.
BANJIR: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat mendatangi lokasi banjir Desa Tanggirejo Kecamatan Tegowanu.

GROBOGAN – Desa Tanggirejo dan Sukorejo Kecamatan Tegowanu menjadi langganan banjir. Tahun ini menjadi kali ketiga terdampak banjir.

Hal itu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyambangi lokasi pengungsian yang ada di GOR Tanggirejo.

Kehadiran Gus Yasin menegaskan agar normalisasi segera dilakukan selain penanganan komprehensif dari hulu hingga hilir.

Sebab selama satu tahun terakhir, banjir tercatat telah terjadi tiga kali di wilayah tersebut.

“(Menurut warga) kalau hujan turun seharusnya air dari hulu baru sampai ke desa ini dalam waktu tujuh jam. Tapi sekarang hanya dua jam sudah banjir. Ini menunjukkan ada kerusakan lingkungan di bagian atas yang harus segera dibenahi,” ujar Gus Yasin pada Rabu (21/5).

Di lokasi tanggul jebol yang berjarak 400 meter dari pengungsian, Gus Yasin menyoroti pentingnya penguatan tanggul-tanggul kritis dan normalisasi sungai.

Ia juga menekankan perlunya penanaman kembali pohon besar di hulu serta pelibatan masyarakat dalam menjaga bantaran sungai.

“Bantaran sungai jangan dijadikan lahan pertanian. Kalau menanam pisang atau ketela di sana, saat banjir datang, semua hanyut jadi sampah dan memperparah kondisi,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BPBD telah menyiagakan empat pompa air di lokasi banjir.

Untuk jangka panjang, Pemprov tengah mengkaji pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) agar warga bisa lebih waspada terhadap potensi banjir berikutnya.

“Kita tidak bisa hanya menunggu air surut. Kalau bisa, kita cari tambahan pompa lagi agar warga cepat pulang ke rumah masing-masing,” ujar putra kyai karismatik Mbah Maimoen Zubaer itu. 

Ia menambahkan, Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemda untuk membantu BBWS memetakan Daerah Aliran Sungai (DAS) mana yang perlu segera dinormalisasi.

“Kalau bisa dibantu bareng-bareng, akan lebih cepat. Kita hitung mana yang perlu dinormalisasi, mana yang bisa dikerjakan bersama. Prinsipnya gotong royong,” ujarnya.

Selain itu, Gus Yasin juga mengajak masyarakat di daerah hulu untuk ikut berperan aktif.

Salah satunya dengan menanam pohon agar air tidak langsung mengalir deras ke wilayah bawah. (int)

Editor : Ali Mustofa
#taj yasin #wagub #grobogan #banjir #normalisasi sungai #Tegowanu